Ternyata sudah hampir 2 tahun tidak menulis. Waktu memang bergerak cepat, tidak dapat diulang tidak dapat digenggam. Banyak sekali hal-hal yang ingin aku ceritakan. Tapi rasanya tidak mungkin aku mengingat itu semua dan menyampaikan semuanya disini. Sudah tertanam di dalam hati dan pikiran. Kalaupun ingin menggali lagi entah dari mana harus memulai haha.
2 tahun kalau disebutkan memang terasa lama, tapi setelah diingat kembali rasanya cepat sekali 2 tahun itu berlalu.
Setiap harinya, setiap detiknya aku mengalami banyak hal yang berbeda. Dan 2 tahun terakhir ini merupakan proses metamorfosisku yang terbesar dan terberat dalam hidup. Semua hal yang baru dan hal yang tak terduga terjadi dalam satu waktu. Tapi itu tandanya level kehidupanku juga naik beberapa tingkat. Menjadi orang dewasa dengan proses yang sangat cepat seperti itu membuat aku beberapa kali merasakan shock terapi. Seringkali aku hampir depresi dibuatnya. Kejutan-kejutan yang punya kehidupan atas apa yang harus aku hadapi.
Buatku, 2 tahun ini merupakan sebuah metamorfosis yang keras dan cukup berat. Walaupun begitu, satu per satu dapat aku lalui, Ya, 2 tahun yang sudah terlewat. Apa yangsudah kamu dapat?
My Life Journey
Jumat, 17 Juni 2016
Kamis, 11 Desember 2014
Time
Terkadang kurang...
Terkadang dianggap berlebihan...
Seperti angin yang berhembus yang melewati dan dilewati.
Setiap nafas yang kamu hembus
Setiap langkah kakimu
Setiap kedipan matamu
Setiap gerakan yang kamu lakukan..
Seperti itu waktu berlalu.
Apa yang sudah kamu lakukan dalam membuang waktumu hari ini?
Apa yang akan kamu lakukan untuk membuang waktumu besok?
waktu tidak bisa mengembalikan hidup manusia..
Dan kamu yang memegang kendali atas waktu hidupmu satu detik setelahnya bukan sebelumnya.
Enjoy your time.. Every second on it.. :)
Have a great time!
Jakarta,
Putri
Sabtu, 16 Agustus 2014
Life Partner
Kamu akan tau ketika kamu merasakan sesuatu yang mengisi "lubang" di hati kamu..
Kamu akan mengerti ketika hati kamu sudah memilih.
Logika kamu, rasionalitas kamu akan menyatu dengan hati kamu.
Bukan emosi sesaat...
Kamu hanya akan tau itu ketika hati kamu sudah terisi dengan "dia yang terpilih" oleh hatimu.
Dan pada saat itu tiba...
Hati kamu akan memberikan reaksi-reaksi yang menjadi sebuah kenyamanan yang mengalir keseluruh tubuh. Ya, dia yang kamu butuhkan. Dia yang melengkapi kamu sebagai Yin dan Yang.
Bukan hanya untuk memilikinya atas dasar fisik, materi, logika-logikamu atau bahkan teori dari analogi-analogi cinta..
Bukan juga karena sesuai dari tipe ideal kamu..
Tentang hati.. Bukan, tapi tentang lubang di hati. Setiap orang tidak bisa mengisi lubang itu.
Ketika kamu menerima dengan hati, semuanya akan tentang kamu dan dia. Bagaimana untuk menjadi lebih baik bersama. Bagaimana untuk menyatukan semuanya secara bersama-sama.
Karena "cocok", "nyaman", "aman" hanya hati kamu yang merasakan. Nggak bisa diperintah untuk merasakannya. Nggak ada yang bisa memaksa otak untuk merasakan sebuah "rasa".
Dan kini, alhamdulillah aku tau dan mengerti bagaimana rasanya ketika lubang di hati itu terisi.
Aku sekarang tau bagaimana perasaan "hati yang sudah memilih Dia"
Dan aku juga tau bahwa perasaan yang meletup-letup ini, bukan hanya emosi sesaat. Logikaku menyatu dengan hati, yang menghasilkan sebuah kenyamanan.
Kenyamanan yang kalah dengan sebuah kata-kata :)
Kenyamanan untuk menyatukan mimpi-mimpi berdua.
Kenyamanan untuk menyatukan jiwa dan raga atas lahiriah dan bathiniah.
Dan semoga sampai pada penyatuan itu. Bersatu dalam mencapai kesempurnaan hidup. Sempurna disini, ketika aku dan dia bersama. Dengan bersama, saling menyeimbangkan hidup dan disitulah kesempurnaan tercipta.
Bismillahirrahmanirrahim..
I Love You, A.
Cilegon,
Putri
Senin, 04 Agustus 2014
Long Distance Relationship
I never imagine that i will really had this kind of relationship called LDR for the second time.
Karena memang pada dasarnya setiap yg berpasangan tidak mau berpisah jauh dari pasangannya. Malah ada beberapa orang yang sangat menghindari hubungan jarak jauh ini. Alasannya ya logis, ada beberapa orang yang gak bisa berhubungan jarak jauh. Mereka membutuhkan pasangannya ada disisinya.
Nggak sedikit pasangan yang menjalani LDR itu putus beberapa bulan setelahnya. Komitmen serta kepercayaan juga kebutuhan akan perhatian yang sangat dibutuhkan biasanya gak bisa ditunda. Maksud disini ditunda itu perhatian bagi sebagian orang nggak cukup dari media virtual, ada beberapa orang yang membutuhkan perhatian saat itu juga. Sekedar memegang tangan atau bahkan pelukan yang hangat dan menenangkan, juga Hal-hal lainnya yang nggak bisa dilakukan ketika pasangan jauh.
Godaan itu pasti selalu ada dan banyak untuk pasangan yang LDR. Baik godaan dari diri sendiri juga godaan dari orang lain.
Buat saya, hal yang buat sedih ketika LDR itu saat-saat dia sakit dan juga ketika butuh sosok saya untuk sekedar menenangkan hatinya. Saat sakit saat dimana setiap orang butuh perhatian lebih. Walaupun hanya sekedar menemani dia itu sudah cukup.
Untuk pasangan yang sedang LDR, i heart you. Bukan berarti hubungan jarak jauh itu selalu gagal. Lagi-lagi kekuatan komitmen dan komunikasi pasangan yang harus ditebalkan. I called it "Naked Communication" ceritakan semua hal setiap harinya, ceritakan apa yang ada dipikiran kamu, baik itu hal yang jelek ataupun bagus. Karena dengan bertukar pikiran dan sharing apa yang kamu rasakan seenggaknya meminimalisir kesalahpahaman nantinya.
Yah, walaupun cuma sekedar teori dari logika, seenggaknya ada sebuah "usaha" untuk mewujudkannya dari kedua pihak (pasangan). Menjaga konsistensi untuk tetap on the track itu mudah dan sulit. Apalagi kadang mood dan atmosfer lingkungan yang nggak menentu. Tapi tetap, yang menentukan "bertahan" atau tidaknya itu dari diri sendiri. Ada janji yang dibuat, ada hati yang harus dijaga.
Dilain sisi kita memang enggak tau apa pasangan kita itu memegang janjinya atau engga. Balik lagi pada "naked communication" juga "trust" itu sendiri. Tapi buat saya ada hati yang harus saya jaga, ada hati yang engga mau saya kecewakan.
Bagi yang sedang LDR, kamu yang paling tau siapa orang yang sangat kamu sayang dan siapa orang yang engga mau kamu kecewakan.
Semoga kamu bisa menjaga semuanya..
Take care :)
Jakarta, Lt. 22
Putri
Selasa, 29 Oktober 2013
22
Satu tahun lagi berlalu. Kemarin, 28 Oktober 2013 saya tepat berusia 22 tahun. Dua puluh dua. Rasanya unbelievable, saya masih merasa brain shock kalau di ingat umur yang semakin bertambah.
Dua puluh dua, bagi saya sebuah angka yang besar. Sudah harus menjadi seorang yang dewasa. Dewasa dalam berfikir, bersikap, juga bertindak. Tapi kenyataannya berbalik. Saya yang masih ingin menjadi anak kecilnya papah dan mamah. Saya yang masih terbilang manja di depan mereka.
Dua puluh dua. Karena cukup shock dan nggak percaya sudah menapaki tahap 22 tahun hidup di dunia, saya merasa takut akan menjadi seorang dewasa yang buruk di mata orangtua. Takut, karena semakin dewasa tanggungjawab yang lebih besar lagi akan datang, apa saya bisa menghadapinya dengan baik atau sangat baik?
Dua puluh dua. Semakin saya bertambah usia, orangtua saya juga naik level menjadi golongan orang-orang tua. Apa saya masih bisa menjadi anak kecil buat mereka? Membuat mereka tertawa 'ngakak' bercerita tentang banyak hal yang terjadi dengan hal sekitar.
Dua puluh dua. Suatu keajaiban sampai akhirnya saya masih diberikan hidup yang cukup hingga saat ini. Ada perasaan takut yang muncul di umur ke 22 ini. Saya ingin menjalaninya lebih baik lagi, apa bisa? Setidaknya lebih menjadi super baik lagi menjalani hidup.
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah memberikan banyak doa dan kejutan-kejutan yang datang. Maaf, kalau responnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Cuma, umur dua puluh dua ini memang menberikan kesan tersendiri bagi saya. Sekali lagi terimakasi semuanya :***
Untuk yang ke-22, bismillahirrahmanirrahim
Bandung, kamar B2
Putri
Minggu, 06 Oktober 2013
Stage 5th Clear!
Halo!
Sudah 3 bulan saya tidak menulis atau membuka blog ini. Banyak rasanya hal-hal yang ingin saya tulis disini, tapi banyak hambatan internal yang membuat saya selalu menunda dan menunda untuk mengisi blog. Saya bukan tipe orang yang bisa bercerita dengan baik. Terlalu banyak potongan-potongan peristiwa yang saya alami setiap harinya yang ingin diceritakan, tapi tidak sempat bercerita. Pada akhirnya menumpuk didalam otak dan bingung bagaimana menceritakan semuanya dengan jelas. Langsung saja saya me-list hal-hal yang sudah saya lakukan selama 3 bulan terakhir.
1. Di awal Juli (saya lupa tanggalnya) akhirnya saya dapat mengumpulkan persyaratan sidang yang sudah 3 kali ditambah setiap minggunya. Total, selama satu bulan saya mengurus persyaratan sidang pada bulan Juni.
2. Tanggal 24 Juli, saya dijadwalkan sidang skripsi pada jam 09:00 WIB. Pada hari H, saya sudah siap di ruang sidang dengan 2 penguji, sidang diundur karena dosen pembimbing saya tidak bisa hadir dengan alasan sakit dan baru memberikan kabar jam 09:50.
3. Tanggal 02 Agustus, jadwal baru sidang skripsi saya. Kali ini, benar-benar sidang. Dengan hasil yang menurut saya agak mengecewakan karena terlalu nervous, saya gak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Disappointing enough, but i learn something new about it that i would never forget.
4. Bulan ramadhan tahun ini, satu bulan penuh saya berada di Bandung, karena masih ada tanggungjawab yang harus dikerjakan, H-1 saya baru bisa pulang. An emotional moment hahaha, tapi gak selebay yang dibayangkan. Ups and down. Well, baru kali ini rasanya puasa gak dirumah. I can't describe how exactly it is, until you go through it.
5. Anger of Ied. hahahaa, judul ini saya buat untuk peristiwa yang terjadi pada hari idul fitri tepat setelah shalat ied. Ada kemarahan, ledakan, emosi yang gak kekontrol.
Finally, setelah mengalami bulan-bulan yang cukup tough, i've through stage 5th! Alhamdulillah...
Stage 5th, masa-masa perkuliahan dan mendapatkan gelar sarjana. Kurang dari 4 tahun masa kuliah selesai. Time goes fast. Bulan-bulan saya menjadi cukup "gila" atau "setengah zombie" dengan deadline, ditambah beberapa rasa pahit dan juga manis dapat saya lewati. Yah, saya bersyukur dapat melewatinya dengan cukup baik, walaupun tidak 'baik' atau 'sangat baik'. Setidaknya, tanggungjawab orangtua saya sudah selesai dalam menyekolahkan saya.
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah memberikan dukungannya, yang selalu ada disamping saya, untuk Putrice, Intan, Vinna, Maya, Sukma, Lavie, Adi, Icha, Niken, Danan, Bayu, Happy, Riske, dan semuanya. Yang paling membantu juga aa fotokopian depan TCE (Telkom Corporate Education), tanpa bantuan aa-aa saya yang lagi terburu-buru dan panik gak bisa nyusun cepet :))
Stage 5th ini yang membuka pintu. Stage 5th ini yang dikerjakan dengan sangat keras. Stage 5th ini yang memberi banyak pelajaran. Terimakasih.
Cilegon,
Putri
Sudah 3 bulan saya tidak menulis atau membuka blog ini. Banyak rasanya hal-hal yang ingin saya tulis disini, tapi banyak hambatan internal yang membuat saya selalu menunda dan menunda untuk mengisi blog. Saya bukan tipe orang yang bisa bercerita dengan baik. Terlalu banyak potongan-potongan peristiwa yang saya alami setiap harinya yang ingin diceritakan, tapi tidak sempat bercerita. Pada akhirnya menumpuk didalam otak dan bingung bagaimana menceritakan semuanya dengan jelas. Langsung saja saya me-list hal-hal yang sudah saya lakukan selama 3 bulan terakhir.
1. Di awal Juli (saya lupa tanggalnya) akhirnya saya dapat mengumpulkan persyaratan sidang yang sudah 3 kali ditambah setiap minggunya. Total, selama satu bulan saya mengurus persyaratan sidang pada bulan Juni.
2. Tanggal 24 Juli, saya dijadwalkan sidang skripsi pada jam 09:00 WIB. Pada hari H, saya sudah siap di ruang sidang dengan 2 penguji, sidang diundur karena dosen pembimbing saya tidak bisa hadir dengan alasan sakit dan baru memberikan kabar jam 09:50.
3. Tanggal 02 Agustus, jadwal baru sidang skripsi saya. Kali ini, benar-benar sidang. Dengan hasil yang menurut saya agak mengecewakan karena terlalu nervous, saya gak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Disappointing enough, but i learn something new about it that i would never forget.
4. Bulan ramadhan tahun ini, satu bulan penuh saya berada di Bandung, karena masih ada tanggungjawab yang harus dikerjakan, H-1 saya baru bisa pulang. An emotional moment hahaha, tapi gak selebay yang dibayangkan. Ups and down. Well, baru kali ini rasanya puasa gak dirumah. I can't describe how exactly it is, until you go through it.
5. Anger of Ied. hahahaa, judul ini saya buat untuk peristiwa yang terjadi pada hari idul fitri tepat setelah shalat ied. Ada kemarahan, ledakan, emosi yang gak kekontrol.
Finally, setelah mengalami bulan-bulan yang cukup tough, i've through stage 5th! Alhamdulillah...
Stage 5th, masa-masa perkuliahan dan mendapatkan gelar sarjana. Kurang dari 4 tahun masa kuliah selesai. Time goes fast. Bulan-bulan saya menjadi cukup "gila" atau "setengah zombie" dengan deadline, ditambah beberapa rasa pahit dan juga manis dapat saya lewati. Yah, saya bersyukur dapat melewatinya dengan cukup baik, walaupun tidak 'baik' atau 'sangat baik'. Setidaknya, tanggungjawab orangtua saya sudah selesai dalam menyekolahkan saya.
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah memberikan dukungannya, yang selalu ada disamping saya, untuk Putrice, Intan, Vinna, Maya, Sukma, Lavie, Adi, Icha, Niken, Danan, Bayu, Happy, Riske, dan semuanya. Yang paling membantu juga aa fotokopian depan TCE (Telkom Corporate Education), tanpa bantuan aa-aa saya yang lagi terburu-buru dan panik gak bisa nyusun cepet :))
Stage 5th ini yang membuka pintu. Stage 5th ini yang dikerjakan dengan sangat keras. Stage 5th ini yang memberi banyak pelajaran. Terimakasih.
Cilegon,
Putri
Jumat, 28 Juni 2013
Sempurna (?)
Beberapa orang, termasuk saya juga menyukai sesuatu yang sesuai dengan harapan. Hal itu bisa disebut 'sempurna' karena sesuai dengan keinginan dan harapan.
Ada beberapa macam orang yang menyukai kesempurnaan atau biasa disebut dengan 'perfectionist'. Menjadi orang seperti ini, kamu akan sangat memperhatikan setiap detail yang terkecil sekalipun agar sesuai dengan harapan yang kamu inginkan.
Saya bukan termasuk orang yang 'perfectionist' walaupun ada dalam beberapa aspek saya juga memperhatikan hal-hal kecil. Karena bagi saya terkadang hal-hal yang kecil dapat membuat suatu hal menjadi lebih besar :)
Beberapa teman menyebut saya cukup 'perfectionist' dalam memilih 'pacar'. Bagi saya, bukan sesuatu yang sempurna sesuai dengan impian dalam memilih seorang 'pacar'. Karena, bukan saya yang memilih, hati saya yang merasakan perasaan itu. Saya tidak bisa memilih dengan semaunya untuk menyukai atau bahkan menyayangi seseorang. Hati yang merasakannya.
Setiap orang pasti punya kriteria tertentu. Tapi, apa kamu pasti akan merasakan perasaan yang membuat kamu tersentuh, ingin mengenalnya lebih dekat, ingin bertemu dengannya setiap hari, dan hal lainnya ketika kamu merasa jatuh cinta. Belum tentu apa yang kamu inginkan sesuai dengan harapan.
Sesuatu seperti cinta, tidak bisa dipaksa untuk menjadi sebuah kesempurnaan.
Hanya saja, perasaan cinta itu dimulai dari hati, bukan dari sebuah impian-mimpi. Saya tidak bisa mengontrol ketika saya jatuh cinta. Saya yakin, kamu juga.
Jadi, bukan kesempurnaan yang dicari. Tapi, seseorang yang dapat menyentuh bagian hidup yang diperlukan untuk menjadikannya sempurna.
Gegerkalonghilir, kamar B2
Putri
Langganan:
Postingan (Atom)