Rabu, 16 November 2011

Relationship Theory

Ekspektasi yang terlalu besar + persepsi yang berbeda = kekecewaan dan muncul sebuah gap.

Teori yang saya ubah sedikit dari teori pelayanan jasa.

Apa kamu setuju dengan teori ini? ;))

Senin, 10 Oktober 2011

Dilema Sayang

Aku sayang kamu, apa kamu juga sayang aku?

Tolong jangan hanya mengatakannya. Bagaimana aku merasakannya kalau kamu tidak menunjukkan perasaanmu itu dengan hatimu?

Apa kamu setuju dengan itu? Perasaan sayang itu bukan hanya dari sebuah kata "sayang". Beberapa orang malu untuk mengatakannya, tapi perasaaanya yang berbicara. Bahkan orang lainpun dapat melihat perasaannya itu. Beberapa orang lagi, mudah sekali untuk mengungkapkan rasa sayang, namun perkataan sayangnya itu tidak dapat dirasakan. Apa itu namanya sayang? Atau sayang yang hanya sebuah kata, atau juga dia tidak tau cara mengungkapkan rasa sayangnya? Lalu, kenapa ada orang pemalu yang perasaannya dapat tersampaikan oleh sebuah sikap? Sikap malu-malu?

Terlalu banyak pertanyaan yang datang.

Yang saya tau, setiap orang mempunyai cara yang berbeda-beda dalam mengungkapkan rasa sayangnya. Namun, bagaimana ketika perasaannya itu tidak dapat diraba? Sesering apakah kamu mengucap kata "sayang"? Atau bagaimana kamu menunjukkan rasa sayangmu itu?

Perasaan sayang orangtua kepada kita, selalu dapat saya rasakan. Walaupun mereka jarang sekali mengungkapkan secara langsung perasaan mereka. Papa dan mama saya selalu punya cara sendiri dalam mengungkapkannya. Orangtua kamu juga kan?

Rasa sayang itu bisa kamu tunjukkan dari hal yang kecil sekalipun. Menunjukkan kalau kamu memang menyayanginya, tentu dengan ketulusan dan tidak berharap yang macam-macam.

Bagaimana kamu menunjukkan perasaanmu itu, sayang?
Sedangkan hampir setiap hari kamu mengungkapkannya, aku tidak dapat menjangkaunya, menyentuhnya, bahkan merasakannya.

Kenapa?

Apa kamu tau, ketulusan itu tidak harus dipaksakan untuk diterima. Dengan terbuka, hati setiap orang akan menerimanya jika memang itu datang dari hati. Apa lagi masalah hati, tulus sangat membuka dirinya untuk merasakan perasaan yang benar-benar adanya. Bukan sekedar hanya ingin ada "teman pendamping".

Apalagi yang dibutuhkan seseorang untuk mengenali perasaanmu itu? Kejujuran.

Saya bukan tipe orang yang terlalu jujur untuk sebuah perasaan. Ketika tidak tega, pasti akan memendam hal itu. Padahal, jujur penting untuk suatu hubungan atau apapun itu. Ketika saya merasakan perasaan itu ataupun tidak. Namun kadang, ego ingin mengatakan hal-hal tersebut ingin dilakukan, tapi rasa mengasihani selalu ada didalam pikiran saya. Hal itu bisa apa saja, namun yang jelas hal itu adalah sesuatu yang baik.

Gegerkalong Hilir, kamar B2


putri,

Rabu, 14 September 2011

Faithfull



Seperti pagi biasanya dengan secangkir coffemix dan pikiran-pikiran yang bebas memutari otak. Ada kejanggalan dengan hal yang di sebut dengan faithfull. Ah, saya kurang bisa menterjemahkannya apa arti dari faithfull itu sendiri dalam konteks hati. Tapi, apa kamu sendiri pernah mengalami seperti ini? hal-hal yang berkaitan dengan hati contohnya dan kamu bingung atau mungkin tidak tau apa kamu meyakininya atau tidak? :-/

Yang aku tau, keyakinan itu dibutuhkan untuk memantapkan. Entahlah, tapi dalam konteks keyakinan dalam beragama itu memang sangat dibutuhkan. Hei tenang saja saya tidak akan membicarakan tentang agama, hanya sebagai contoh. Atau pilihan-pilihan lainnya yang membutuhkan sebuah keyakinan untuk memantapkan tindakan, hmm seperti pernikahan? (ah, itu terlalu jauh sepertinya haha)

Well, memantapkan sebuah keyakinan tidak bisa hanya dilakukan oleh logika saja ya, hati yang merasakannya. Tapi, kalau keduanya tidak bersinkronisasi bagaimana?
Sepertinya harus terbuka dengan perasaan sendiri baru bisa menemukan jawabannya ;)

Sudah waktunya bersiap kuliah. See ya!
Putri,

Kamis, 14 Juli 2011

KANGEN

Aku kangen
Kangen ketika kita tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut,
...bahkan tertawa sampai menangis
Kangen akan cerita kekonyolanmu dan berbagai peristiwa yang dia alami
Kangen wajah centilnya yang membuatku selalu tersenyum

Tapi...
Apa kangen itu berbentur dengan jarak?

Lantas, kenapa rasanya berbeda
Aku bukan berbicara dengan dia
Aku berbicara dengan jaringan elektronik dengan menggunakan nama dia

Entah, kemana jiwanya
Rasanya sedang berbicara dengan orang asing

Tidak ada rasa,
Hanya pura
Sebuah sandiwara agar masih tetap terjaga

Aku rasa seperti itu,
Entahlah..

Aku tetap bahagia
Dengan mereka, aku tetap ada

Atau ini hanya sebuah perasaan karena berbeda?
aku, dan dia memang sangat berbeda
....dalam semua hal
Yah, mungkin apapun yang aku rasa, sebuah kata yang kurang di pahami
aku, dan dia

Wlaupun begitu aku tetap merasa.. Kangen
untuk jiwa dia yang merasa membutuhkanku

Karena, sungguh rasanya itu berbeda
Ketika kamu dalam sebuah kesenangan yang sangat
dengan ketika kamu bergantung pada seseorang yang kamu sayangi

Jauh dari kampung halaman,
Kebutuhan akan hadirnya si dia pun berbeda
Tidak sebutuh ketika kamu merasa sendirian,
egois tidak? Hmm

Yah, aku kangen
Kangen jiwanya :)

Jiwa kamu, dengan penuh cinta...

Putri

Sabtu, 09 Juli 2011

cantik

Setiap perempuan pasti senang sekali klo dibilang cantik. Tapi, bagi saya ucapan cantik yang dapat melambungkan hati saya ketika suasana hati sedang baik. Kalau suasana saya sedang buruk, saya akan menganggapnya sebagai bualan belaka, hahaha -yah memang saya ini sangat moody-

Jumat kemarin, di angkot dalam perjalanan pulang dari kantor saya bertemu dengan anak kecil yang entah kenapa ketika saya melihatnya pertama kali langsung terpikat. Cantik dan sangat menarik. Saya yakin, cantik seperti itu akan bertahan sampai dia besar nanti :) Kecantikannya membuat saya terkagum-kagum dan terus ingin melihatnya.
anak kecil yang dipangku ini awalnya saya kira berambut pendek, ternyata berambut panjang, hahaha. really, aslinya cantik :) saya diam-diam memotretnya, hihihii ;)

Sekali lagi, dan tidak bosan-bosannya, dia cantik :))

Ketika kagum, kamu akan terus mengingat dan ingin sekali bercerita tentang orang itu, ya! saya mengagumi anak kecil ini, kagum akan wajah polosnya -yah, semua anak kecil tentunya- dan kecantikannya juga -walaupun memang banyak sekali anak kecil yang cantik-. Namun, hanya beberapa dari anak kecil tersebut yang dapat membuat kamu terkagum-kagum kan?

Entah karena suasana hati yang memang sedang baik, atau memang anak kecil ini memancarkan sinar kecantikannya (haha, sepertinya saya berlebihan, aah biarlah).

Well, cantik itu memang tergantung dari orang yang menilainya. Dan setiap perempuan mempunyai bagian kecantikannya tersendiri :)

Jumat, 08 Juli 2011

Selamat Pagi! :)

Selamat pagi! :)
Senang sekali rasanya, hari ini saya bangun pagi seperti biasa jam 05:15, beres-beres, bergegas mandi, membuat kopi, dan memutar playlist yang kemarin. Entah kenapa rasanya dengan playlist hari ini agak berbeda, padahal sama seperti kemarin. Diawali oleh lagu pembuka OST dari Princess Hour serial drama korea, kemudian dilanjutkan 2 lagu dari Barry Likumahuwa yang saya lupa judulnya, Donna Donna oleh Rita dari OST GIE, dan You oleh Ten 2 Five. Lagu mereka seperti memberikan spirit yang cukup membangkitkan gairah saya hari ini :)

Diperjalanan menuju kantor, saya bertemu dengan 2 turis korea menaiki angkot yang saya tumpangi. Saya melihat kedua orang tersebut membawa beberapa catatan yang ternyata seperti kamus kecil yang dituliskan di beberapa lembar kertas HVS. Mereka melafalkannya bergantian sambil menghafalkannya. Unik. Entah kenapa saya merasa excited melihatnya. Walaupun memang sepertinya biasa saja. Saya suka korea. Melihat mereka saya senyam senyum kecil tanpa bisa menahannya. Rasanya mulut ini ingin mengucapkan beberapa kata dengan bahasa korea dan ingin mengobrol dengan mereka berdua. Tapi saya cukup malu untuk mengeluarkan kata-kata tersebut, aah.

Hey, saya menulis ini ketika sudah sampai di kantor, yang terpikirkan hanya ingin menulis sesuatu yang ingin saya tulis. Pagi ini sangat cerah. Kali ini semuanya bersinkronisasi dan sangat menyenangkan. Saya sangat menyukainya. Sungguh, saya bersyukur dan berterimakasih pada pagi, semesta, tentu saja Allah :)

Selamat Pagi semua! selamat beraktivfitas!! :)

Terimakasih,

Putri.

Kamis, 07 Juli 2011

Retakkah?

Retak, sesuatu yang bisa diperbaiki? apa benar? menurut kamu bagaimana?

Retak pada mobil bisa diperbaiki, biayanya cukup mahal dan cukup lama. Retak pada botol pasti dibuang. Retak pada kaca, seperti sudah cacat dan harganya akan jatuh. Retak pada hubungan apa bisa diperbaiki? apakah itu sebuah cacat? atau ada istilah lain didalamnya?

Ketika ada sebuah keretakan, bisakan kamu mengembalikannya seperti ke awal? Licin, bagus, terawat, dan sedikitpun tidak ada cacat. Keretakan meninggalkan sebuah bekas. Kecuali jika mobil, kamu mengelasnya dengan sangat rapih, tentunya dengan biaya yang cukup menguras tabungan. yah yah.. aku membahas semua keretakan yang ada. Keretakan pada gelas kaca membuat kamu gak nyaman untuk meminum di gelas itu kan? sekalipun itu gelas kesayangan kamu. Tetap akan kamu buang bukan? Kalau aku sih pasti aku buang dan aku beli yang baru.

Retak mempunyai makna yang sama di berbagai perumpamaan. Tentunya pasti meninggalkan sebuah bekas. sekecil apapun itu pasti akan diingat. Menurut kamu, apa yang akan kamu lakukan dengan keretakan itu? Memperbaikinya atau meninggalkannya?

untuk retak,

Putri.

Takut Magang

Magang, seperti kata-kata takjub bagi yang belum pernah mengalaminya. Seperti pertanda bahwa sebentar lagi saya akan kerja! hahaha. Seperti planning saya, semester 4 ini akhirnya saya dapat mengambil mata kuliah magang untuk semester 8 nanti.Memang pada awalnya, target saya kuliah hanya 3,5 tahun. itu pun saya ambil beberapa kesempatan. Padahal nilai saya pas-pasan bisa di bilang. Sesuai dengan standar. Saya tidak pintar seperti yang beberapa orang pikirkan. Bisa dibilang cukup standar. Keinginan lulus cepat memang sudah tertanam sejak kelulusan SMA.

Sebelum mulai magang, jujur saya seperti terkena syndrome takut terhadap sesuatu yang baru yang belum pernah saya coba. ketakutan, cemas, stres hari pertama, dan gak tenang. Semuanya membuat emosi saya naik-turun. Entah, kali itu saya terlalu sensitif. Takut akan hal-hal yang sangat asing. Tapi saya sadar, saya harus tetap menjalaninya. Satu alasan, saya mendapatkan tempat magang itu dengan perjuangan yang bisa dibilang cukup rumit. Suatu hal yang kesemuanya baru pertama kali saya lakukan. Excited, but sedikit ragu-ragu dan takut.

Saya rasa, Takut ini selalu menjadi musuh terbesar saya, dan sahabat karib saya yang tidak mau meninggalkan pikiran walau hanya satu detik. Namun ternyata, Takut ini benar-benar menguji kementalan saya. Kini saya memegang Takut, dan terus berjalan dengan waktu :)

Jumat, 01 Juli 2011

Masih Berlanjut

Kali ini, saya baru merasakan semua yang saya lakukan sendiri untuk diri saya. Melakukan untuk persyaratan kuliah, keinginan, dan untuk masa depan saya sendiri. Dan kali ini benar-benar saya melakukannya dengan usaha sendiri.Karena biasanya hal-hal yang seperti urus-mengurus suatu surat dan yang berkaitan dengan itu selalu Papa saya yang membantu. Sampai-sampai sempat dia mengajukan cuti hanya untuk menemani saya mengurus suatu hal.

Dan, keribetan itu sekarang yang sedang saya rasakan. Agak sedih karena kali ini saya sendiri. Saya hanya berharap segala sesuatunya lancar walaupun disela-sela proses ini agak ribet dan cukup menghabiskan tenaga dan pikiran saya. Pikiran yang ditakuti oleh sesuatu yang belum saya alami. Jujur, sangat mengganggu.

Episode ini akan berlanjut hingga 6 minggu kemudian..masih terus berlanjut, sampai semuanya terlampaui.

Selalu berharap  yang terbaik, dimudahkan, serta dilancarkan. Sungguh, periode kali ini adalah periode yang cukup memakan rasa percaya diri saya. Semoga ini hanya rasa ketakutan yang berlebihan :)

Kamis, 30 Juni 2011

A New World

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKgD9EzMWQWTROPuhpxIVqrW_Kx9cDLxQi9sJMmJuiksQkN3ZYwit9vuObXI8-i7igOiQ_J-4c6jXSQyVafKEoqA5Ms_1Cezs2twA1kIDIQJxexSjhWD915k1fWreMX0A684tqsVRp20qw/s640/alone6eh3.gif

Actually, gak sepenuhnya saya merasa kesepian. Karena selalu ada teman saya yang ada disamping saya. Ada orangtua saya yang mengirimkan doanya. Dan ada Dia, yang menyemangati saya.

Well, sebelumnya saya akan bercerita sedikit...
Tahun ini, memang sudah menjadi rencana saya untuk mengambil magang yang merupakan matakuliah inti di semester 8 nanti. Alhamdulillah, jumlah sks saya memenuhinya. Awalnya, saya berencana mengambil magang dengan teman saya. Karena suatu hal, saya mengurungkan niat. Namun, tetap saya ingin magang di tahun ini. Surat keterangan dari kampus dan CV udah cukup lama saya dapat dari pihak kampus, sekitar bulan Mei. Karena terlalu banyak memikirkan berbagai hal, saya baru mengajukan ke perusahaan A (disamarkan) di daerah japati dipertengahan Juni. Tapi, karena masih kurang satu prasyaratnya, saya mengurungkan niat mengambil magang disana. Kemudian, saya berencana mengajukan magang di perusahaan yang sama yang berada di daerah Tamblong, Bandung. Sempat salah naik angkot sebelumnya, karena saya tidak punya kendaraan pribadi di Bandung. Akhirnya menyita waktu dan harus naik 3 kali angkot --", Untungnya, saya ditemani teman satu kos saya yang sudah diterima di perusahaan di Tamblong ini.

Agak deg-degan ketika ingin mengajukan magang ini. mengajukan sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun. Namun sayang, ternyata di perusahaan daerah Tamblong ini sudah cukup penuh. Sekali lagi saya menyadari saya kurang cepat dalam memutuskan sesuatu. Agak kecewa. Tapi, saya diajukan ke tempat lain yang masih sama bidangnya, namun letaknya agak jauh, yaitu di daerah Supratman. Dari Tamblong, saya dan teman saya menuju Supratman sesuai dengan rekomendasi dari HRD diperusahaan daerah Tamblong tersebut. Sampai di perusahaan yang sama, di daerah Supratman itu saya sempat ragu dengan tempat yang saya masuki ini. Merasa salah masuk lebih tepatnya. Sayangnya, saya dtang di jam istirahat. Makanya, saya menunggu orang bagian HRD di ruang tunggu hampir selama 2 jam. Namun, ternyata orang yang saya cari bukan di tempat yang saya tunggu. Ternyata, tempat yang direkomendasi kan oleh bagian HRD di daerah Tamblong ada di sebelah kantor yang saya masuki. Cukup melelahkan, menunggu hampir 2 jam, dengan ngantuk-ngantuk dan ternyata salah tempat. Rasanya pengen pulang, tapi merasa bersyukur temn saya selalu mengajak saya untuk terus, gak mengeluh.

Sesampai di tempat tujuan, alhamdulillah saya betemu dengan orang yang memang direkomendasikan, dan permintaan magang pun diterima. Merasa lega, tapi juga merasa agak takut. Takut karena saya di Supratman ini sendiri. Belum ada kenalan sama sekali. Juga saya akan berhadapan langsung dengan dunia kerja, dunia yang dimana sumber kehidupan yang sebenarnya itu ada di dunia yang seperti itu.

Perjalanan pulang yang penuh dengan diam. Saya merenung tentang sebuah dunia yang sama sekali belum pernah saya jamah, belum pernah saya hadapi keadaan seperti ini, yang dimana semuanya adalah orang asing, orang yang belum pernah saya kenali, dengan lokasi yang cukup jauh dari kosan, saat itu juga saya langsung merasa sendiri dan kesepian. Dengan berbagai pertanyaan, seperti apa dunia baru itu?

Saya hanya bis aberharap yang terbaik. Hal yang memang diawali dengan cukup perjuangan, mungkin kecil tapi cukup berarti buat saya dan juga tentunya kedua orangtua saya.

Selasa, 17 Mei 2011

Janggal

backsound: Donna Donna by Sita OST GIE

lagi suka lagu ini, liriknya nyentuh, aransemennya juga bagus. I like it :)
lagu ini bikin hati tenang.

Ya memang, saat ini saya sedang gundah. Karena merasa janggal. Hal yang sudah sangat lama menjanggal, sangat di pikiran ini. Menurut saya wajar aja kalau merasa janggal terhadap suatu hal yang dirasa belum puas. Yang sesuai dengan apa yang dilihat. Entahlah apa itu, nyatanya memang salah satu masalah pribadi. Tapi, kamu juga begitu kan? tiap kali ada yang janggal pasti kamu akan mencari tau, berubah menjadi seorang yang sangat kepo.

Hmm, tapi kamu tau arti janggal itu sendiri? Janggal menurut saya ketika apa yang di jelaskan oleh orang yang bersangkutan, tidak sesuai dengan apa yang kita rasakan dan lihat. Seperti seorang detektif yang mencari tersangka dalam suatu kasus. Pasti dia melihat kejanggalan yang kurang sesuai dengan fakta yang ada. mengerti? hahaa. Saya memang bukan pencerita atau penjelas yang baik. Tapi saya suka bercerita ;)

Janggal itu, buat saya kepo (selalu pengen tau tentang hal tersebut), membuat saya juga seperti seorang detektif amatiran yang menggunakan insting alamiahnya sebagai seorang perempuan: insting perasaan.

Saya percaya dengan apa yang saya rasakan, karena sudah terbukti beberapa kali, dah perasaan itu selalu benar. Bukan berarti saya men-Tuhankan perasaan saya ini, namun bagi seorang perempuan feeling mempunyai indera keenam. Seperti feeling seorang ibu terhadap anaknya, itu kuat sekali, dan hampir selalu benar. Nah, itulah kekuatan alami seorang perempuan :)

Dan kejanggalan itu akan hilang ketika kenyataan itu benar-benar terungkap. Kenyataan, memang terkadang berbeda dari apa yang dirasakan sekarang, tapi memang itulah adanya, itulah yang sebenarnya.


just tell the truth, please..
putri

Minggu, 24 April 2011

for my future husband

untuk kamu suami di masa depanku...
kita memang tidak tau seperti apa itu masa depan
bahkan, kamu, suami masa depanku..
sebuah pengharapan selalu ada di setiap orang
dan untukmu,
aku selalu berharap yang terbaik
siapapun kamu
asal kamu tau, aku ingini kamu...
kamu yang selalu membimbing aku
kamu yang nanti menjadi imam bagiku
kamu yang nanti akan menggantikan posisi ayah untukku
kamu yang selalu mendorong aku untuk maju
kamu yang akan membuatku tenang
kamu yang akan menegurku dengan tegas ketika aku salah
kamu..yah kamu..

uh, apa kamu tau.. aku terharu menulis surat ini
membayangkan kamu yang nanti akan menjadi pengganti ayahku
terharu dan sedih...
membayangkan ayahku akan menyerahkan sepenuhnya aku kepadamu
mungkin ia akan berkata : "jaga baik-baik anakku! bimbing dia dengan benar"
dengan senyum khasnya itu..
aah, tak terbendung rasanya air mata ini..

dan ketika  menonton film UP! aku sedikit iri
dimana kedua pasangan itu benar-benar saling mencintai, dengan sangat tulus
aku berharap kamu seperti itu
mencintai aku tulus, dan aku akan membalasmu lebih dari itu :))


membayangkan ketika kita berencana tentang mimpi-mimpi =))

Senin, 04 April 2011

Surat untuk Pemendam rasa

Bukannya aku mau memaksakan kamu untuk mengungkapkan rasa
Tapi sejauh aku melihat, salama itu pula aku merasakannya
Selama ini kamu dibutakan oleh rasa untuk orang lain,
Bukan rasa untuk dia
Tapi, apa pernah kamu menyadari satu hal itu?
Dimana kamu merasa sangat nyaman,
Dimana kamu dapat mengungapkan segalanya,
Dimana kamu tidak terbebani oleh berbagai rasa bersalah
Tapi, bukan untuk orang lain
Rasa itu sudah ada sejak dulu
Rasa itu ada untuk dia
Dia yang kamu anggap "sang pelipur lara"
Dia yang kamu akui hanya sekedar biasa saja

Akui! akui kalau rasa itu ada
Rasa yang lebih dari sekedar omongan itu
Aku, mereka tidak bodoh!
Selayaknya orang yang memendam rasa,
Aku, mereka, tau apa yang kamu rasakan?
Apa kamu sebodoh itu?
Yang tidak menyadari adanya "rasa" yang sangat kuat
Atau memang kamu tidak lihai untuk berbohong, sekalipun berdusta untuk menyenangkan orang lain?
Kalau memang begitu,
Kenapa kamu harus bersikap seolah-oleh tidak ada apa-apa?
Aku tau, dalam hati kamu sangat merindukannya
Lebih dari apa yang seharusnya dirindukan
Kenapa tidak mengakuinya saja?
Kenapa harus oranglain yang dibuat bingung oleh sikapmu itu?
dan juga sikap dia
Kalian cocok,
Bodoh untuk berdusta,
Juga bodoh untuk menutupi apa yang di rasa
Buang omongkosong kalian itu
Kamu, Sang Pemendam Rasa,
Aku benci untuk hal-hal yang selalu terjadi seperti ini
Dan untuk dia,
Kenapa Dia tidak menyukai aku kalau Kamu yang salah?
Muak
Apa aku disini sebagai perantara untuk kalian menyadari hal ini?
Menyadari rasa yang memang sudah sangat lama ada
Tidak ada perayaan untuk sebuah hubungan yang hanya di anggap biasa

Untuk Sang Pemendam Rasa,
Jujurlah dengan apa yang kamu rasakan
Rasakan rasa itu
Tolong, jangan menyakiti orang yang ingin mempertahankan rasa itu :)

Senin, 14 Maret 2011

Surat untuk ingatan buruk

Kamu, kenapa selalu menghantui? Dan kamu, kenapa selalu ada?
Buruk, kamu terlalu buruk untuk di ingat. Kenapa gak menjauh aja? Kenapa kamu selalu ada di orang-orang itu? Bahkan yang kamu gak kenal!
Kamu sadar gak, kamu udah buat banyak orang terpuruk, walaupun ada juga orang yang sukses karena kedatanganmu.
Kedatanganmu selalu disertai dengan air mata. Apa kamu membawa pohonnya? Pohon air mata? atau memang kamu menanamnya di pekarangan rumahmu?
Tapi sebenarnya kamu datang dari mana?
Kenapa bisa muncul kemudian seperti parasit yang menanamkan dirinya dan merugikan bagi inangnya?
Kalau bunuh diri itu halal, banyak yang memilih untuk melakukannya dari pada hidup didampingi oleh kamu. Kejam. Kamu membuat seolah-olah dunia ini dikendalikan olehmu.
Seperti yang kamu lakukan dengan orang-orang yang kamu kunjungi itu. Kamu berkunjung sangat lama dan menjadi parasit.
Tapi, ada saja orang yang dengan baiknya menerimamu dan belajar darimu. Sungguh, tak habis pikir bagaimana orang-orang itu belajar dari kamu yang parasit seperti itu?
Tapi tetap saja, kamu kejam.
Semoga surat ini bisa membuatmu pergi dan mencabut akar parasitmu itu dari alam bawah sadarku.

Senin, 28 Februari 2011

Assertiveness

Yup sesuai judulnya sesuai dengan saya juga. Tapi bukan, saya bukan orang yang penuh dengan ketegasan. Terlalu panjang mikir ini itu buat tegas. Terlalu gak tegaan sama orang mau marah, kesel atau sebagainya. Kadang juga terlalu gampang percaya sama orang yang udah deket, sampai-sampai cuma dijadikan dimanfaatin aja (someday, i will tell you what it is). Ujung-ujungnya gue sendiri yang nanggung rasa kekesalan, marah, gak terima atau apapun itu dalam batas yang masih sangat wajar (menurut saya).

Alasannya sih sepele, hanya gak mau orang-orang tersebut merasa gak nyaman sama saya. Tapi, yang saya dapet terkadang gak sebanding apa yang saya rasakan. Dan untuk yang kesekian kalinya, masalah inti saya memang dari cara saya berkomunikasi dengan orang lain, tentunya cara saya bersosialisasi.

Saya sangat menyadari ketegasan memang perlu. Dan hal itu saya implementasikan dalam mengatur urusan ataupun masalah pribadi tentunya.Gak segan-segan untuk tegas sama diri sendiri, karena itu sangat penting. Klo gak tegas sama diri sendiri kita gak punya aturan untuk menata hidup dong. Apalagi ini berkaitan dengan diri sendiri tentunya hal yang sangat mendasar.

Seenggaknya, klo udah tegas sama diri sendiri, berarti kita udah punya prinsip hidup kan? :))

Dan saya berharap saya juga bisa lebih bersikap tegas terhadap orang lain juga. Maksudnya, dari sikap orang lain yang saya anggap kurang baik pada saya. Mungkin itu hal kecil, tapi bagi saya perubahan sekecil apapun itu membawa sebuah kemajuan :)

Sabtu, 26 Februari 2011

Kelebihan apa Kekurangan?

Tentu saja setiap orang memang memiliki kelebihannya masing-masing. Kadang malah kita melebihkan apa yang menjadi kelebihan kita. Sampai-sampai kita ga sadar klo hal itu udah masuk ke dalam kategori sombong :)

Tapi jujur aja pandangan saya ke orang lain selalu dilihat dari apa yang menjadi sebuah kelebihannya. Entah penampilan, pintar, cara berkomunikasi, cara bicara, dan yang lainnya. Sehingga kadang saya merasa iri dengan orang-orang tersebut dengan mengesampingkan kekurangannya. And I feel so small. Tentunya hanya perasaan iri yang sesaat dengan berbagai macam pikiran seperti "kapan gue bisa sepinter dia?" Dibilang ga mensyukuri nikmat juga hanya sesaat. Maksudnya hanya ketika perasaan iri itu muncul, setelah itu saya kembali ke diri saya dan menyadari apa yang ada pada saya, yang saya anggap sebagai orang yang biasa.

Well, saya pernah di kritik sama si pacar dan dia bilang, "kamu itu terlalu merendahkan diri sendiri, membuat diri seolah-olah rendah, malah memuji oranglain dibanding diri sendiri".

Yaah, saya sadar memang terkadang saya tidak terlalu percaya diri sendiri dan ga begitu suka menonjolkan diri sendiri. Terlalu banyak takut, tapi banyak obsesi, mimpi, semangat. Walaupun kadang klo melihat oranglain yang mempunyai kelebihan yang "lebih" langsung ciut, hahaha terdengar seperti pengecut mungkin. Tapi, saya punya alasan tersendiri tentunya kenapa selalu memandang tinggi orang lain itu daripada diri sendiri.

Gak berhenti disatu sisi aja, saya sangat menyadari hal itu dan tentunya ingin memperbaiki segala persepsi saya tentang pandangan terhadap oranglain.dan sekarangpun saya sedang menjalani proses itu. Perlahan-lahan tapi pasti. Saya juga gamau selalu di bayangi sama rasa iri akan kelebihan orang lain. Yang ada malah nyiksa dan ga bangga sama diri sendiri.

Yeah, mungkin harus banyak-banyak bersyukur dan lebih percaya diri sendiri. Gak terlalu narsis juga, tapi cintai diri aja dulu yang penting :)

thankyou, putri :)

Rabu, 23 Februari 2011

Dear Madam ....

dear madam.. terkadang memang kalau lagi emosi kita bisa menyalahkan siapa saja. Orang yang gak bersalahpun bisa dijadikan objek bersalah bagimu kalau lagi emosi. Jangan terlalu berburuk sangka sama oranglain. Apa yang menjadi milikmu itulah yang harus dipertahankan, bukan malah menyalahi orang lain. Tapi ketika emosi itu sudah hilang, mungkin saja ada rasa bersalah atau tidak enak karena sudah membuat orang lain menjadi seorang tersangka dalam kasus anda. Apalagi ternyata kesalahan tersebut merupakan kesalahanmu sendiri, yang tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain. Disini saya hanya ingin mengklarifikasikan semuanya, entah anda baca atau tidak. Yang jelas setiap manusia memang mempunyai kesalahan masing-masing, yah tersinggung atau tidaknya, sadar atau tidaknya mungkin memang ada sikap saya yang kurang menyenangkan di hati anda saya minta maaf. Sayapun sudah gak memperdulikan apa yang anda katakan dan anda perbuat. it's just a past. Best regards, putri.

Sabtu, 29 Januari 2011

KULIAH dan segala macam antek-anteknya

well, ternyata dunia perkuliahan itu gak segampang dan semudah yang kita lihat di tv ya guys. beban tugasnya lebih dari yang dibayangin. walaupun jadwal kuliah gak seminggu penuh, tapi tetap aja kayaknya waktu kurang --". Dan selama kurang lebih satu setengah tahun gue kuliah ini kadang masih ada yang kerepotan sama tugas. Banyak faktornya sih, ada yang ditunda, ada yang memang agak sulit, sampai membutuhkan waktu yang lama. Dibandingin sama waktu SMA, yang hampir tiap hari dengan segudang kegiatan, tapi masih tetep bisa ngerjain tugas sekolah agak santai, sekarang kayaknya diburu-buru sama waktu.

Dan sekarang, gue bingung banget ngatur jadwal kuliah yang bentrok-bentrok. Karena ada beberapa mata kuliah yang udah gue ambil pas Semester Pendek (niatnya pengen cepet-cepet lulus) hihihi. Tapi, prasyaratnya IP gue harus 3,3 keatas (-,-). Semoga semester ini gue masih dikasih kesempatan lagi. Amin. Anyway, jadwal yang bentrok itu mengharuskan gue ikut kelas lain. Dan temen-temen main gue yang sekelas ga ada yang ikut mata kuliah yang gue ambil itu. Berkorbanlah gue sendiri yang harus nyari-nyari kelas baru. Beruntung klo dapet temen-temen kelas baru yang enak., klo gak? itu udah jadi resiko. Udah terlanjur mentah gue ambil tu mata kuliah, masa mau mundur gitu aja? yah, sama aja gue ga ada komitmen dong. Pengecut itu namanya klo belum apa-apa langsung lari aja ;) hehehe.

Tapi, masih ada satu mata kuliah semester kemarin yang belum ada nilainya, jadi IP gue belum mencukupi buat ngambil kelas itu. Mungkin, Allah ngasih waktu buat gue untuk dirundingin sama orangtua perihal ini. Apalagi dengan nilai-nilai semester kali ini yang lagi turun. Gue percaya, klo Allah ngeridhoin, pasti dikasih jalan buat nerusinnya :). Well, kita tunggu aja hasilnya.