Senin, 28 Februari 2011

Assertiveness

Yup sesuai judulnya sesuai dengan saya juga. Tapi bukan, saya bukan orang yang penuh dengan ketegasan. Terlalu panjang mikir ini itu buat tegas. Terlalu gak tegaan sama orang mau marah, kesel atau sebagainya. Kadang juga terlalu gampang percaya sama orang yang udah deket, sampai-sampai cuma dijadikan dimanfaatin aja (someday, i will tell you what it is). Ujung-ujungnya gue sendiri yang nanggung rasa kekesalan, marah, gak terima atau apapun itu dalam batas yang masih sangat wajar (menurut saya).

Alasannya sih sepele, hanya gak mau orang-orang tersebut merasa gak nyaman sama saya. Tapi, yang saya dapet terkadang gak sebanding apa yang saya rasakan. Dan untuk yang kesekian kalinya, masalah inti saya memang dari cara saya berkomunikasi dengan orang lain, tentunya cara saya bersosialisasi.

Saya sangat menyadari ketegasan memang perlu. Dan hal itu saya implementasikan dalam mengatur urusan ataupun masalah pribadi tentunya.Gak segan-segan untuk tegas sama diri sendiri, karena itu sangat penting. Klo gak tegas sama diri sendiri kita gak punya aturan untuk menata hidup dong. Apalagi ini berkaitan dengan diri sendiri tentunya hal yang sangat mendasar.

Seenggaknya, klo udah tegas sama diri sendiri, berarti kita udah punya prinsip hidup kan? :))

Dan saya berharap saya juga bisa lebih bersikap tegas terhadap orang lain juga. Maksudnya, dari sikap orang lain yang saya anggap kurang baik pada saya. Mungkin itu hal kecil, tapi bagi saya perubahan sekecil apapun itu membawa sebuah kemajuan :)

Sabtu, 26 Februari 2011

Kelebihan apa Kekurangan?

Tentu saja setiap orang memang memiliki kelebihannya masing-masing. Kadang malah kita melebihkan apa yang menjadi kelebihan kita. Sampai-sampai kita ga sadar klo hal itu udah masuk ke dalam kategori sombong :)

Tapi jujur aja pandangan saya ke orang lain selalu dilihat dari apa yang menjadi sebuah kelebihannya. Entah penampilan, pintar, cara berkomunikasi, cara bicara, dan yang lainnya. Sehingga kadang saya merasa iri dengan orang-orang tersebut dengan mengesampingkan kekurangannya. And I feel so small. Tentunya hanya perasaan iri yang sesaat dengan berbagai macam pikiran seperti "kapan gue bisa sepinter dia?" Dibilang ga mensyukuri nikmat juga hanya sesaat. Maksudnya hanya ketika perasaan iri itu muncul, setelah itu saya kembali ke diri saya dan menyadari apa yang ada pada saya, yang saya anggap sebagai orang yang biasa.

Well, saya pernah di kritik sama si pacar dan dia bilang, "kamu itu terlalu merendahkan diri sendiri, membuat diri seolah-olah rendah, malah memuji oranglain dibanding diri sendiri".

Yaah, saya sadar memang terkadang saya tidak terlalu percaya diri sendiri dan ga begitu suka menonjolkan diri sendiri. Terlalu banyak takut, tapi banyak obsesi, mimpi, semangat. Walaupun kadang klo melihat oranglain yang mempunyai kelebihan yang "lebih" langsung ciut, hahaha terdengar seperti pengecut mungkin. Tapi, saya punya alasan tersendiri tentunya kenapa selalu memandang tinggi orang lain itu daripada diri sendiri.

Gak berhenti disatu sisi aja, saya sangat menyadari hal itu dan tentunya ingin memperbaiki segala persepsi saya tentang pandangan terhadap oranglain.dan sekarangpun saya sedang menjalani proses itu. Perlahan-lahan tapi pasti. Saya juga gamau selalu di bayangi sama rasa iri akan kelebihan orang lain. Yang ada malah nyiksa dan ga bangga sama diri sendiri.

Yeah, mungkin harus banyak-banyak bersyukur dan lebih percaya diri sendiri. Gak terlalu narsis juga, tapi cintai diri aja dulu yang penting :)

thankyou, putri :)

Rabu, 23 Februari 2011

Dear Madam ....

dear madam.. terkadang memang kalau lagi emosi kita bisa menyalahkan siapa saja. Orang yang gak bersalahpun bisa dijadikan objek bersalah bagimu kalau lagi emosi. Jangan terlalu berburuk sangka sama oranglain. Apa yang menjadi milikmu itulah yang harus dipertahankan, bukan malah menyalahi orang lain. Tapi ketika emosi itu sudah hilang, mungkin saja ada rasa bersalah atau tidak enak karena sudah membuat orang lain menjadi seorang tersangka dalam kasus anda. Apalagi ternyata kesalahan tersebut merupakan kesalahanmu sendiri, yang tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain. Disini saya hanya ingin mengklarifikasikan semuanya, entah anda baca atau tidak. Yang jelas setiap manusia memang mempunyai kesalahan masing-masing, yah tersinggung atau tidaknya, sadar atau tidaknya mungkin memang ada sikap saya yang kurang menyenangkan di hati anda saya minta maaf. Sayapun sudah gak memperdulikan apa yang anda katakan dan anda perbuat. it's just a past. Best regards, putri.