Kamu, kenapa selalu menghantui? Dan kamu, kenapa selalu ada?
Buruk, kamu terlalu buruk untuk di ingat. Kenapa gak menjauh aja? Kenapa kamu selalu ada di orang-orang itu? Bahkan yang kamu gak kenal!
Kamu sadar gak, kamu udah buat banyak orang terpuruk, walaupun ada juga orang yang sukses karena kedatanganmu.
Kedatanganmu selalu disertai dengan air mata. Apa kamu membawa pohonnya? Pohon air mata? atau memang kamu menanamnya di pekarangan rumahmu?
Tapi sebenarnya kamu datang dari mana?
Kenapa bisa muncul kemudian seperti parasit yang menanamkan dirinya dan merugikan bagi inangnya?
Kalau bunuh diri itu halal, banyak yang memilih untuk melakukannya dari pada hidup didampingi oleh kamu. Kejam. Kamu membuat seolah-olah dunia ini dikendalikan olehmu.
Seperti yang kamu lakukan dengan orang-orang yang kamu kunjungi itu. Kamu berkunjung sangat lama dan menjadi parasit.
Tapi, ada saja orang yang dengan baiknya menerimamu dan belajar darimu. Sungguh, tak habis pikir bagaimana orang-orang itu belajar dari kamu yang parasit seperti itu?
Tapi tetap saja, kamu kejam.
Semoga surat ini bisa membuatmu pergi dan mencabut akar parasitmu itu dari alam bawah sadarku.