untuk kamu suami di masa depanku...
kita memang tidak tau seperti apa itu masa depan
bahkan, kamu, suami masa depanku..
sebuah pengharapan selalu ada di setiap orang
dan untukmu,
aku selalu berharap yang terbaik
siapapun kamu
asal kamu tau, aku ingini kamu...
kamu yang selalu membimbing aku
kamu yang nanti menjadi imam bagiku
kamu yang nanti akan menggantikan posisi ayah untukku
kamu yang selalu mendorong aku untuk maju
kamu yang akan membuatku tenang
kamu yang akan menegurku dengan tegas ketika aku salah
kamu..yah kamu..
uh, apa kamu tau.. aku terharu menulis surat ini
membayangkan kamu yang nanti akan menjadi pengganti ayahku
terharu dan sedih...
membayangkan ayahku akan menyerahkan sepenuhnya aku kepadamu
mungkin ia akan berkata : "jaga baik-baik anakku! bimbing dia dengan benar"
dengan senyum khasnya itu..
aah, tak terbendung rasanya air mata ini..
dan ketika menonton film UP! aku sedikit iri
dimana kedua pasangan itu benar-benar saling mencintai, dengan sangat tulus
aku berharap kamu seperti itu
mencintai aku tulus, dan aku akan membalasmu lebih dari itu :))
membayangkan ketika kita berencana tentang mimpi-mimpi =))
Minggu, 24 April 2011
Senin, 04 April 2011
Surat untuk Pemendam rasa
Bukannya aku mau memaksakan kamu untuk mengungkapkan rasa
Tapi sejauh aku melihat, salama itu pula aku merasakannya
Selama ini kamu dibutakan oleh rasa untuk orang lain,
Bukan rasa untuk dia
Tapi, apa pernah kamu menyadari satu hal itu?
Dimana kamu merasa sangat nyaman,
Dimana kamu dapat mengungapkan segalanya,
Dimana kamu tidak terbebani oleh berbagai rasa bersalah
Tapi, bukan untuk orang lain
Rasa itu sudah ada sejak dulu
Rasa itu ada untuk dia
Dia yang kamu anggap "sang pelipur lara"
Dia yang kamu akui hanya sekedar biasa saja
Akui! akui kalau rasa itu ada
Rasa yang lebih dari sekedar omongan itu
Aku, mereka tidak bodoh!
Selayaknya orang yang memendam rasa,
Aku, mereka, tau apa yang kamu rasakan?
Apa kamu sebodoh itu?
Yang tidak menyadari adanya "rasa" yang sangat kuat
Atau memang kamu tidak lihai untuk berbohong, sekalipun berdusta untuk menyenangkan orang lain?
Kalau memang begitu,
Kenapa kamu harus bersikap seolah-oleh tidak ada apa-apa?
Aku tau, dalam hati kamu sangat merindukannya
Lebih dari apa yang seharusnya dirindukan
Kenapa tidak mengakuinya saja?
Kenapa harus oranglain yang dibuat bingung oleh sikapmu itu?
dan juga sikap dia
Kalian cocok,
Bodoh untuk berdusta,
Juga bodoh untuk menutupi apa yang di rasa
Buang omongkosong kalian itu
Kamu, Sang Pemendam Rasa,
Aku benci untuk hal-hal yang selalu terjadi seperti ini
Dan untuk dia,
Kenapa Dia tidak menyukai aku kalau Kamu yang salah?
Muak
Apa aku disini sebagai perantara untuk kalian menyadari hal ini?
Menyadari rasa yang memang sudah sangat lama ada
Tidak ada perayaan untuk sebuah hubungan yang hanya di anggap biasa
Untuk Sang Pemendam Rasa,
Jujurlah dengan apa yang kamu rasakan
Rasakan rasa itu
Tolong, jangan menyakiti orang yang ingin mempertahankan rasa itu :)
Tapi sejauh aku melihat, salama itu pula aku merasakannya
Selama ini kamu dibutakan oleh rasa untuk orang lain,
Bukan rasa untuk dia
Tapi, apa pernah kamu menyadari satu hal itu?
Dimana kamu merasa sangat nyaman,
Dimana kamu dapat mengungapkan segalanya,
Dimana kamu tidak terbebani oleh berbagai rasa bersalah
Tapi, bukan untuk orang lain
Rasa itu sudah ada sejak dulu
Rasa itu ada untuk dia
Dia yang kamu anggap "sang pelipur lara"
Dia yang kamu akui hanya sekedar biasa saja
Akui! akui kalau rasa itu ada
Rasa yang lebih dari sekedar omongan itu
Aku, mereka tidak bodoh!
Selayaknya orang yang memendam rasa,
Aku, mereka, tau apa yang kamu rasakan?
Apa kamu sebodoh itu?
Yang tidak menyadari adanya "rasa" yang sangat kuat
Atau memang kamu tidak lihai untuk berbohong, sekalipun berdusta untuk menyenangkan orang lain?
Kalau memang begitu,
Kenapa kamu harus bersikap seolah-oleh tidak ada apa-apa?
Aku tau, dalam hati kamu sangat merindukannya
Lebih dari apa yang seharusnya dirindukan
Kenapa tidak mengakuinya saja?
Kenapa harus oranglain yang dibuat bingung oleh sikapmu itu?
dan juga sikap dia
Kalian cocok,
Bodoh untuk berdusta,
Juga bodoh untuk menutupi apa yang di rasa
Buang omongkosong kalian itu
Kamu, Sang Pemendam Rasa,
Aku benci untuk hal-hal yang selalu terjadi seperti ini
Dan untuk dia,
Kenapa Dia tidak menyukai aku kalau Kamu yang salah?
Muak
Apa aku disini sebagai perantara untuk kalian menyadari hal ini?
Menyadari rasa yang memang sudah sangat lama ada
Tidak ada perayaan untuk sebuah hubungan yang hanya di anggap biasa
Untuk Sang Pemendam Rasa,
Jujurlah dengan apa yang kamu rasakan
Rasakan rasa itu
Tolong, jangan menyakiti orang yang ingin mempertahankan rasa itu :)
Langganan:
Postingan (Atom)