https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKgD9EzMWQWTROPuhpxIVqrW_Kx9cDLxQi9sJMmJuiksQkN3ZYwit9vuObXI8-i7igOiQ_J-4c6jXSQyVafKEoqA5Ms_1Cezs2twA1kIDIQJxexSjhWD915k1fWreMX0A684tqsVRp20qw/s640/alone6eh3.gif
Actually, gak sepenuhnya saya merasa kesepian. Karena selalu ada teman saya yang ada disamping saya. Ada orangtua saya yang mengirimkan doanya. Dan ada Dia, yang menyemangati saya.
Well, sebelumnya saya akan bercerita sedikit...
Tahun ini, memang sudah menjadi rencana saya untuk mengambil magang yang merupakan matakuliah inti di semester 8 nanti. Alhamdulillah, jumlah sks saya memenuhinya. Awalnya, saya berencana mengambil magang dengan teman saya. Karena suatu hal, saya mengurungkan niat. Namun, tetap saya ingin magang di tahun ini. Surat keterangan dari kampus dan CV udah cukup lama saya dapat dari pihak kampus, sekitar bulan Mei. Karena terlalu banyak memikirkan berbagai hal, saya baru mengajukan ke perusahaan A (disamarkan) di daerah japati dipertengahan Juni. Tapi, karena masih kurang satu prasyaratnya, saya mengurungkan niat mengambil magang disana. Kemudian, saya berencana mengajukan magang di perusahaan yang sama yang berada di daerah Tamblong, Bandung. Sempat salah naik angkot sebelumnya, karena saya tidak punya kendaraan pribadi di Bandung. Akhirnya menyita waktu dan harus naik 3 kali angkot --", Untungnya, saya ditemani teman satu kos saya yang sudah diterima di perusahaan di Tamblong ini.
Agak deg-degan ketika ingin mengajukan magang ini. mengajukan sendiri tanpa ada bantuan dari siapapun. Namun sayang, ternyata di perusahaan daerah Tamblong ini sudah cukup penuh. Sekali lagi saya menyadari saya kurang cepat dalam memutuskan sesuatu. Agak kecewa. Tapi, saya diajukan ke tempat lain yang masih sama bidangnya, namun letaknya agak jauh, yaitu di daerah Supratman. Dari Tamblong, saya dan teman saya menuju Supratman sesuai dengan rekomendasi dari HRD diperusahaan daerah Tamblong tersebut. Sampai di perusahaan yang sama, di daerah Supratman itu saya sempat ragu dengan tempat yang saya masuki ini. Merasa salah masuk lebih tepatnya. Sayangnya, saya dtang di jam istirahat. Makanya, saya menunggu orang bagian HRD di ruang tunggu hampir selama 2 jam. Namun, ternyata orang yang saya cari bukan di tempat yang saya tunggu. Ternyata, tempat yang direkomendasi kan oleh bagian HRD di daerah Tamblong ada di sebelah kantor yang saya masuki. Cukup melelahkan, menunggu hampir 2 jam, dengan ngantuk-ngantuk dan ternyata salah tempat. Rasanya pengen pulang, tapi merasa bersyukur temn saya selalu mengajak saya untuk terus, gak mengeluh.
Sesampai di tempat tujuan, alhamdulillah saya betemu dengan orang yang memang direkomendasikan, dan permintaan magang pun diterima. Merasa lega, tapi juga merasa agak takut. Takut karena saya di Supratman ini sendiri. Belum ada kenalan sama sekali. Juga saya akan berhadapan langsung dengan dunia kerja, dunia yang dimana sumber kehidupan yang sebenarnya itu ada di dunia yang seperti itu.
Perjalanan pulang yang penuh dengan diam. Saya merenung tentang sebuah dunia yang sama sekali belum pernah saya jamah, belum pernah saya hadapi keadaan seperti ini, yang dimana semuanya adalah orang asing, orang yang belum pernah saya kenali, dengan lokasi yang cukup jauh dari kosan, saat itu juga saya langsung merasa sendiri dan kesepian. Dengan berbagai pertanyaan, seperti apa dunia baru itu?
Saya hanya bis aberharap yang terbaik. Hal yang memang diawali dengan cukup perjuangan, mungkin kecil tapi cukup berarti buat saya dan juga tentunya kedua orangtua saya.
