Aku kangen
Kangen ketika kita tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut,
...bahkan tertawa sampai menangis
Kangen akan cerita kekonyolanmu dan berbagai peristiwa yang dia alami
Kangen wajah centilnya yang membuatku selalu tersenyum
Tapi...
Apa kangen itu berbentur dengan jarak?
Lantas, kenapa rasanya berbeda
Aku bukan berbicara dengan dia
Aku berbicara dengan jaringan elektronik dengan menggunakan nama dia
Entah, kemana jiwanya
Rasanya sedang berbicara dengan orang asing
Tidak ada rasa,
Hanya pura
Sebuah sandiwara agar masih tetap terjaga
Aku rasa seperti itu,
Entahlah..
Aku tetap bahagia
Dengan mereka, aku tetap ada
Atau ini hanya sebuah perasaan karena berbeda?
aku, dan dia memang sangat berbeda
....dalam semua hal
Yah, mungkin apapun yang aku rasa, sebuah kata yang kurang di pahami
aku, dan dia
Wlaupun begitu aku tetap merasa.. Kangen
untuk jiwa dia yang merasa membutuhkanku
Karena, sungguh rasanya itu berbeda
Ketika kamu dalam sebuah kesenangan yang sangat
dengan ketika kamu bergantung pada seseorang yang kamu sayangi
Jauh dari kampung halaman,
Kebutuhan akan hadirnya si dia pun berbeda
Tidak sebutuh ketika kamu merasa sendirian,
egois tidak? Hmm
Yah, aku kangen
Kangen jiwanya :)
Jiwa kamu, dengan penuh cinta...
Putri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar