Senin, 10 Oktober 2011

Dilema Sayang

Aku sayang kamu, apa kamu juga sayang aku?

Tolong jangan hanya mengatakannya. Bagaimana aku merasakannya kalau kamu tidak menunjukkan perasaanmu itu dengan hatimu?

Apa kamu setuju dengan itu? Perasaan sayang itu bukan hanya dari sebuah kata "sayang". Beberapa orang malu untuk mengatakannya, tapi perasaaanya yang berbicara. Bahkan orang lainpun dapat melihat perasaannya itu. Beberapa orang lagi, mudah sekali untuk mengungkapkan rasa sayang, namun perkataan sayangnya itu tidak dapat dirasakan. Apa itu namanya sayang? Atau sayang yang hanya sebuah kata, atau juga dia tidak tau cara mengungkapkan rasa sayangnya? Lalu, kenapa ada orang pemalu yang perasaannya dapat tersampaikan oleh sebuah sikap? Sikap malu-malu?

Terlalu banyak pertanyaan yang datang.

Yang saya tau, setiap orang mempunyai cara yang berbeda-beda dalam mengungkapkan rasa sayangnya. Namun, bagaimana ketika perasaannya itu tidak dapat diraba? Sesering apakah kamu mengucap kata "sayang"? Atau bagaimana kamu menunjukkan rasa sayangmu itu?

Perasaan sayang orangtua kepada kita, selalu dapat saya rasakan. Walaupun mereka jarang sekali mengungkapkan secara langsung perasaan mereka. Papa dan mama saya selalu punya cara sendiri dalam mengungkapkannya. Orangtua kamu juga kan?

Rasa sayang itu bisa kamu tunjukkan dari hal yang kecil sekalipun. Menunjukkan kalau kamu memang menyayanginya, tentu dengan ketulusan dan tidak berharap yang macam-macam.

Bagaimana kamu menunjukkan perasaanmu itu, sayang?
Sedangkan hampir setiap hari kamu mengungkapkannya, aku tidak dapat menjangkaunya, menyentuhnya, bahkan merasakannya.

Kenapa?

Apa kamu tau, ketulusan itu tidak harus dipaksakan untuk diterima. Dengan terbuka, hati setiap orang akan menerimanya jika memang itu datang dari hati. Apa lagi masalah hati, tulus sangat membuka dirinya untuk merasakan perasaan yang benar-benar adanya. Bukan sekedar hanya ingin ada "teman pendamping".

Apalagi yang dibutuhkan seseorang untuk mengenali perasaanmu itu? Kejujuran.

Saya bukan tipe orang yang terlalu jujur untuk sebuah perasaan. Ketika tidak tega, pasti akan memendam hal itu. Padahal, jujur penting untuk suatu hubungan atau apapun itu. Ketika saya merasakan perasaan itu ataupun tidak. Namun kadang, ego ingin mengatakan hal-hal tersebut ingin dilakukan, tapi rasa mengasihani selalu ada didalam pikiran saya. Hal itu bisa apa saja, namun yang jelas hal itu adalah sesuatu yang baik.

Gegerkalong Hilir, kamar B2


putri,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar