28 Oktober yang ke 21.
Gak ada kata telat untuk menulis kan? ;D
Ya, tepat tanggal 28 Oktober, 3 hari yang lalu saya akhirnya melewati masa remaja ke masa-masa setengah dewasa, yaitu 28 yang ke 21. Sudah 21 tahun. Rasanya agak berat meninggalkan masa-masa 20 tahun itu. Masa-masa remaja yang belum puas untuk saya jajaki. Masih banyak yang ingin dikerjakan dengan menyandang predikat "remaja". Kalau dianalogikan seperti makan sayur tanpa garam, hambar.
Masa-masa 20 tahun kebawah masa yang benar-benar labil. Banyak kejadian yang luar biasa dan pertama kali saya lakukan seumur hidup. Rasanya seperti kopi pahit kurang gula.Sudah diberi gula, tapi masih pahit. Ah, tapi saya terima semua yang saya lakukan kala itu, sebuah kesalahan ataupun kesenangan. Semuanya pelajaran, yang seharusnya hanya terjadi sekali seumur hidup. Saya gak mau memilih cangkir yang salah lagi, cangkir yang isinya kopi pahit tanpa gula. Saya akan memilih kopi dengan gula yang pas dan sedikir krimer didalamnya :)
Tanggal 28 Oktober kemarin, banyak sekali ucapan doa yang datang. Yah, doa yang menyenangkan. Menginspirasi. Memberikan banyak semangat pada saya. Semoga Tuhan membalas semua doa-doa teman-teman, mereka. Barakallah. Hanya doa itu sudah cukup. Support yang diberikan , perhatian yang diberikan sudah lebih dari cukup. Hari itu, tanggal 28 Oktober hari minggu subuh setelah shalat subuh, Mama dan papa mengucapkan selamat ulangtahun dan mencium semua muka saya. Tak ada yang lebih baik dari sebuah doa yang baik. Dan memang saya gak mengharapkan hal yang lebih. Karena yang saya inginkan menjadi seorang yang lebih baik, selalu senang, dan mempunyai masa depan yang sukses. Semuanya gak akan terwujud tanpa doa, tanpa support.
Setiap tahun, setiap bulan, bahkan setiap hari saya selalu ingin menjalani peristiwa yang berbeda, yang lebih baik lagi, dan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. saya berusaha untuk menikmati setiap hari, setiap jam, dan setiap detik yang saya lewati. Berusaha untuk tidak banyak mengeluh dan menikmati prosesnya. Ini juga karena semester ini adalah tahun terakhir saya menjalani kehidupan sebagai mahasiswi S1. Sedikit kecewa dengan banyaknya peristiwa yang disia-siakan. Kekakuan dalam diri saya masih ada. Dengan semua keputusan yang saya ambil, sedikit-demi sedikit, walaupun sudah ditahun terakhir saya mencoba untuk melelehkan kekakuan itu.
Ya, 21 itu angka yang baik katanya.
Bagi saya,
21 itu sudah cukup matang untuk menjalani semua hal. Otakmu juga sudah matang karena sudah melihat berbagai hal kehidupan.
21 itu sudah mampu membuahi dan dibuahi. Hanya saja masih harus menunggu waktu yang tepat dengan memilih yang tepat.
21 itu malu kalau kesalahan semasa remaja terulang lagi.
21 itu sudah akan memikirkan bekerja dimana atau membuat usaha apa. Bisa saja akan melaksanakan pernikahan dimana hahaha.
21 itu umur dimana mewujudkan mimpi di umur 20 yang tertunda.
21 itu harus bekerja lebih keras lagi dari 20.
dan, 21 adalah umur dimana saya akan terus berubah menjadi yang lebih baik, dan terbaik dari tahun ke tahunnya.
Terimakasih banyak atas doanya di umur yang ke 21 ini. Perasaan saat itu dan saat ini masih sama, Excited. Doa-doa, perhatian, dan support. Terimakasih, dan Barakallah *salam kecup*
i get this photo from @sukmadr 's instagram
and this one from @mayaarisma 's instagram
Cilegon,
Putri :*
Kamis, 01 November 2012
Minggu, 30 September 2012
Surat Untuk Daun yang Berguguran
Halo daun yang berguguran!
Hari ini sudah di penghujung September, kali ini musim hujan datang.
Bagaimana kabarmu? Lama aku tidak menemukanmu.
Apa kali ini aku boleh melihatmu? Ya, melihatmu jatuh berguguran didepanku. Langka sepertinya. Indah yang kuingat.
Entah hari itu musim semi atau di awal pergantian ke musim kemarau aku lupa. Saat itu kita bertemu kan?
Biar aku ingat-ingat lagi. Saat itu bulan April, kamu yang pertama kali menyapaku. Daun-daun itu berguguran di depanku. Kita bertemu dan membicarakan banyak hal. Banyak sekali yang kamu ceritakan kepadaku. Akupun begitu. Apalagi ketika kamu bercerita kamu terus berguguran didepanku. Kali itu aku merasa nyaman. Ya, kenyamanan.
Hanya saja, pertemuan itu berlangsung singkat. Dan kamu, tidak menampakkan keguguran itu. Setelah itu juga aku banyak merenungi hal-hal yang aku bicarakan denganmu. Tanpa aku sadar, aku membutuhkanmu. Ya, berbicara, bercerita denganmu banyak membuka mataku.
Aku tau tentang komitmen itu.
Hanya saja kali ini aku ingin bercerita denganmu. Aku ingin ketenangan, kenyamanan, atmosfer seperti saat kamu menampakkan daun yang berguguran itu. Akupun tidak berani mengharapkan lebih dari itu.
Aku bersungguh-sungguh.
Walaupun ini bukan bulan April. Ini bukan musim daun-daun berguguran. Mungkin jika kamu berguguran, kamu akan basah dan sedikit kotor. Tapi tak apa. Asal kita bisa bercerita lagi. Kita merasa nyaman ketika bercerita tentang berbagai macam hal. Hanya itu. Sebatas itu.
Maukah kamu bercerita lagi denganku seperti biasanya?
Ya, untuk kamu daun yang berguguran. Aku menyampaikan ini agar aku bisa melihatmu berguguran lagi walaupun basah dan sedikit kotor. Mari, kita bercerita dan memberikan kenyamanan dalam diri masing-masing :)
Gegerkalong Hilir kamar B2,
Putri
Hari ini sudah di penghujung September, kali ini musim hujan datang.
Bagaimana kabarmu? Lama aku tidak menemukanmu.
Apa kali ini aku boleh melihatmu? Ya, melihatmu jatuh berguguran didepanku. Langka sepertinya. Indah yang kuingat.
Entah hari itu musim semi atau di awal pergantian ke musim kemarau aku lupa. Saat itu kita bertemu kan?
Biar aku ingat-ingat lagi. Saat itu bulan April, kamu yang pertama kali menyapaku. Daun-daun itu berguguran di depanku. Kita bertemu dan membicarakan banyak hal. Banyak sekali yang kamu ceritakan kepadaku. Akupun begitu. Apalagi ketika kamu bercerita kamu terus berguguran didepanku. Kali itu aku merasa nyaman. Ya, kenyamanan.
Hanya saja, pertemuan itu berlangsung singkat. Dan kamu, tidak menampakkan keguguran itu. Setelah itu juga aku banyak merenungi hal-hal yang aku bicarakan denganmu. Tanpa aku sadar, aku membutuhkanmu. Ya, berbicara, bercerita denganmu banyak membuka mataku.
Aku tau tentang komitmen itu.
Hanya saja kali ini aku ingin bercerita denganmu. Aku ingin ketenangan, kenyamanan, atmosfer seperti saat kamu menampakkan daun yang berguguran itu. Akupun tidak berani mengharapkan lebih dari itu.
Aku bersungguh-sungguh.
Walaupun ini bukan bulan April. Ini bukan musim daun-daun berguguran. Mungkin jika kamu berguguran, kamu akan basah dan sedikit kotor. Tapi tak apa. Asal kita bisa bercerita lagi. Kita merasa nyaman ketika bercerita tentang berbagai macam hal. Hanya itu. Sebatas itu.
Maukah kamu bercerita lagi denganku seperti biasanya?
Ya, untuk kamu daun yang berguguran. Aku menyampaikan ini agar aku bisa melihatmu berguguran lagi walaupun basah dan sedikit kotor. Mari, kita bercerita dan memberikan kenyamanan dalam diri masing-masing :)
Gegerkalong Hilir kamar B2,
Putri
Rabu, 26 September 2012
"Tanda-Tanda"
Ada hal-hal yang harus disadari : menyadari akan hal yang tidak mau diharapkan. Sekalipun tidak suka. Tapi suatu hal yang belum terjadi itu tidak bisa ditebak, kan? Entah itu nantinya akan disukai atau tidak.
Namun, untuk hal-hal yang belum diketahui itu tetap saya harus mau menerimanya. Suka atau tidak suka.
Saya suka membaca tanda dari gerak-gerik orang yang sedang saya perhatikan. Kemudian menebak suatu hal tentang orang itu. Dan bam! Terkadang tebakan saya itu benar adanya. Entah karena intuisi atau memang gerak-gerik serta perkataannya gampang ditebak.
Setiap perkataan dan gerak-gerik seseorang itu kadang mengandung pesan-pesan tersembunyi. Entah itu mencari perhatian, mencuri-curi pandang, tebar pesona, atau hal lainnya. Tapi terkadang juga ada gerak-gerik yang merupakan kebiasaan-kebiasaan seseorang. Itu yang saya tangkap ketika memperhatikan orang-orang.
"pembacaan tanda-tanda" ini hanya sekedar curious tentang suatu hal pada seseorang. Sisanya entah yang terjadi akan sesuai yang diharapkan atau tidak yang pasti karena sudah membuat beberapa kesimpulan yang mendekati setidaknya tidak kaget dengan akan terjadi nanti.
Tanda-tanda itu salah satu cara untuk memberitahu saya tentang kamu, atau bisa sebaliknya.
Gegerkalong hilir kamar B2,
Putri
Namun, untuk hal-hal yang belum diketahui itu tetap saya harus mau menerimanya. Suka atau tidak suka.
Saya suka membaca tanda dari gerak-gerik orang yang sedang saya perhatikan. Kemudian menebak suatu hal tentang orang itu. Dan bam! Terkadang tebakan saya itu benar adanya. Entah karena intuisi atau memang gerak-gerik serta perkataannya gampang ditebak.
Setiap perkataan dan gerak-gerik seseorang itu kadang mengandung pesan-pesan tersembunyi. Entah itu mencari perhatian, mencuri-curi pandang, tebar pesona, atau hal lainnya. Tapi terkadang juga ada gerak-gerik yang merupakan kebiasaan-kebiasaan seseorang. Itu yang saya tangkap ketika memperhatikan orang-orang.
"pembacaan tanda-tanda" ini hanya sekedar curious tentang suatu hal pada seseorang. Sisanya entah yang terjadi akan sesuai yang diharapkan atau tidak yang pasti karena sudah membuat beberapa kesimpulan yang mendekati setidaknya tidak kaget dengan akan terjadi nanti.
Tanda-tanda itu salah satu cara untuk memberitahu saya tentang kamu, atau bisa sebaliknya.
Gegerkalong hilir kamar B2,
Putri
Sabtu, 15 September 2012
Feeling
Apa semudah itu perasaan ditinggalkan lalu berlabuh lagi dengan yang lain?
Seperti anak kecil yang kehilangan mainan mobil kesayangannya yang sudah bertahun-tahun, kemudian diganti baru lagi oleh orangtuanya, dan dia melupakan mainan mobil kesayangannya itu.
Apa seperti itu?
Atau, seperti ini...
Apa kamu tau film animasi Toy Story3 ? Dimana anak laki-laki bernama Andy, dia sangat menghargai dan bertanggungjawab dengan mainannya.
Itu mainan. Sebuah benda.
Ini, sebuah perasaan. Manusia.
Mana yang paling mendekatimu?
Ketika kamu jatuh cinta nanti...
Jatuh cintalah dengan baik
Jatuh cintalah ketika kamu sudah melepas perasaan itu,
Melepas perasaan di masa lalu itu
Ketika kamu menghargainya
Menghargai sebuah perasaan
Yang pernah menjadi bagian dari hidupmu
Kali ini..
Jatuh cintalah dengan orang yang tepat
Bukan karena ingin mengumpat
Gegerkalong hilir, kamar B2
Putri
Seperti anak kecil yang kehilangan mainan mobil kesayangannya yang sudah bertahun-tahun, kemudian diganti baru lagi oleh orangtuanya, dan dia melupakan mainan mobil kesayangannya itu.
Apa seperti itu?
Atau, seperti ini...
Apa kamu tau film animasi Toy Story3 ? Dimana anak laki-laki bernama Andy, dia sangat menghargai dan bertanggungjawab dengan mainannya.
Itu mainan. Sebuah benda.
Ini, sebuah perasaan. Manusia.
Mana yang paling mendekatimu?
Ketika kamu jatuh cinta nanti...
Jatuh cintalah dengan baik
Jatuh cintalah ketika kamu sudah melepas perasaan itu,
Melepas perasaan di masa lalu itu
Ketika kamu menghargainya
Menghargai sebuah perasaan
Yang pernah menjadi bagian dari hidupmu
Kali ini..
Jatuh cintalah dengan orang yang tepat
Bukan karena ingin mengumpat
Gegerkalong hilir, kamar B2
Putri
Sabtu, 08 September 2012
Tangan & Perpisahan

(sumber gambar: http://nindityo.com/wp-content/uploads/2008/09/berpegang-tangan.jpg )
Tangan ini yang tadinya ketika bertemu selalu menggenggam tangannya
Tangan ini yang tadinya ketika bertemu selalu bermain-main dengan tangannya
Tangan ini yang tadinya selalu ingin bertemu dengan tangannya yang mencari kehangatan
Kini, ketika tangan ini bertemu dengan tangannya hanya sekedar untuk bersalaman
Tak ada lagi tangan yang dipegangan sepanjang jalan
Tak ada lagi tangan yang memegang sekedar untuk menghangatkan
Mungkin yang lebih merasakan kehilangan dari perpisahan ini adalah tangan
Ketika tak ada lagi tangan yang biasanya digenggam
Minggu, 26 Agustus 2012
Run for get better life!
Ya, rasannya saya ingin berlari sekencang-kencangnya, secepat-cepatnya, tanpa melihat lagi ke belakang, tanpa mengulas lagi yang sudah terjadi.
Keputusan itu berasal dari hati, tanpa dorongan orang lain, apalagi hati orang lain.
Tetap saja saya merasa sesak kehilangan sosok yang cukup berarti, karena hal ini menyangkut perasaan, tentunya seberapa keras kerja otak memerintah untuk tidak merasakannya, tapi lagi-lagi hati gak bisa berbohong.
Ini resikonya, dan ini yang harus saya tanggung.
Hanya saja satu hal yang saya takuti, yaitu pendapat orang lain terhadap apa yang terjadi dengan saya. Terlalu khawatir dengan opini-opini buruk. Padahal orang lain belum tentu tau apa yang harus saya hadapi apa yang sudah saya hadapi dan proses sebelumnya. Yah, kebanyakan dari mereka (termasuk kamu dan saya) juga melihat segala hal dari hal yang terlihat. Saya harus lebih keras lagi untuk hanya 'memerhatikan' diri saya sendiri ketimbang pendapat orang lain tentang hidup saya yang belum tentu mereka tau. Karena semua keputusan tentang diri saya adalah tanggungjawab saya sendiri, bukan mereka, bukan siapapun.
Kali ini saya memang merasa sedih dengan kondisi yang mengharuskan saya untuk menjalani hidup yang lebih kuat lagi. Mengawali perkuliahan nanti dengan kondisi yang baru, seperti diawal saya memasuki dunia perkuliahan, benar-benar sendiri, dan harus lebih kuat tentunya. Kalau bisa, saya akan berusaha untuk berlari, mengejar apa yang belum saya kejar selama ini, dan menjadi lebih baik lagi dari hari ke hari.
Tapi, saya akan membiarkan perasaan ini tetap mengalir, sebagaimana apa kata hati saya yang tidak bisa saya tolak ataupun menerima mentah-mentah. Saya tetap menghargai apa yang saya rasakan, karena perasaan itu tidak bisa berbohong.
Aku rindu,
Cilegon, kamar Putri
Jumat, 18 Mei 2012
Untuk sesuatu yang harus diubah
Banyak orang dan banyak pepatah yang selalu bilang seperti ini:
"cintailah dirimu sendiri dengan berbagai kekurangan dan kelebihan yang kamu punya. Dengan begitu kamu akan merasa bahagia dengan apapun yang kamu miliki dengan segala peristiwa yang kamu hadapi. Juga kamu tidak akan mudah merasa iri dengan orang lain"
Saya terlalu sering mendengarnya. Terlalu sering juga ingin menerapkannya.
Mencintai diri sendiri dengan berbagai kekurangan. Statement yang selalu ingin saya bawa dan rangkul ketika berada dalam suatu komunitas atau sedang berkumpul dengan banyak orang. Kekurangan itu memang selalu ada. Tapi saya tipe perempuan yang cukup mudah untuk merasa minder dan iri. Dengan berbagai hal tentunya.
Sesuatu yang harus diubah.
Pernahkan kamu merasa muak menjadi seseorang seperti diri kamu sendiri. Kalau saya hanya hampir merasakannya. Tapi selebihnya tidak. Hanya hampir.
Terlalu sering merasa iri dengan berbagai apa yang dimiliki orang lain menjadi seseorang yang bukan diri saya sendiri saya rasa akan tidak lebih baik menjadi saya yang sekarang. Semua pembelajaran. Semua ada jalannya. Pasti saya akan menjadi seseorang yang lebih baik dari sekarang dengan usaha untuk menjadi yang lebih baik tentunya.
Hanya saja sekarang ini saya ingin menjadi seseorang yang mencintai diri saya sendiri dengan berbagai hal yang saya miliki sekarang ini. Merasa enjoy dengan diri sendiri terdengar sangat mengasyikkan. Seberat apapun hari yang dijalankan pasti akan terasa menyenangkan. Menyenangkan karena saat itu saya senang menjadi diri saya sendiri, bukan menjadi seperti orang lain ingini :))
untuk sesuatu yang harus diubah, saya akan menyapamu sebentar lagi. Only a second.
Gegerkalong hilir, kamar B2
putri.
Rabu, 25 April 2012
Dingin...
Selalu merasa kesepian dengan kamar petak, dengan ambisi yang masih tersimpan
dengan mimpi yang masih dipegang, dengan berbagai niat yang tak terucap
Aku punya mimpi, sayang...
Apa kamu tau mimpi-mimpiku?
Rasa-rasanya akan menyenangkan ketika berdua, kita bicara tentang mimpi
Tersenyum, mengkhayal tentang bagaimana mencapai mimpi tersebut
Akupun tak tau bagaimana mimpi itu bisa dicapai, tapi yang pasti aku, kamu, berdua pasti bisa menjadikannya nyata
Hanya saja, akan senang membayangkan berdua dengan kamu
Dingin...
Aku ingin kamu yang menghangatkanmu
Dengan mimpi-mimpi itu, dengan hatimu
Bukan untuk tubuhku, tapi untuk hati ini
Coba kamu sentuh dengan tulus
Bukan dengan akal pikiran yang isinya berupa kumpulan logis
Ataupun dengan tubuhmu yang ingin memelukku
Aku hanya ingin merasakan hatimu
Ketika kamu memang mengakui, menghargai sebuah perasaan
Karena aku, kamu, dan orang-orang itu semuanya punya perasaan
Gegerkalong Hilir, kamar B2
putri,
Selalu merasa kesepian dengan kamar petak, dengan ambisi yang masih tersimpan
dengan mimpi yang masih dipegang, dengan berbagai niat yang tak terucap
Aku punya mimpi, sayang...
Apa kamu tau mimpi-mimpiku?
Rasa-rasanya akan menyenangkan ketika berdua, kita bicara tentang mimpi
Tersenyum, mengkhayal tentang bagaimana mencapai mimpi tersebut
Akupun tak tau bagaimana mimpi itu bisa dicapai, tapi yang pasti aku, kamu, berdua pasti bisa menjadikannya nyata
Hanya saja, akan senang membayangkan berdua dengan kamu
Dingin...
Aku ingin kamu yang menghangatkanmu
Dengan mimpi-mimpi itu, dengan hatimu
Bukan untuk tubuhku, tapi untuk hati ini
Coba kamu sentuh dengan tulus
Bukan dengan akal pikiran yang isinya berupa kumpulan logis
Ataupun dengan tubuhmu yang ingin memelukku
Aku hanya ingin merasakan hatimu
Ketika kamu memang mengakui, menghargai sebuah perasaan
Karena aku, kamu, dan orang-orang itu semuanya punya perasaan
Gegerkalong Hilir, kamar B2
putri,
Jumat, 20 April 2012
Comfortable
This is what i need. Memceritakan sesuatu sebenarnya hanya ingin didengarkan kemudian mandapatkan nasihat. Setiap permasalahan hanya diri saya sendiri yang tau bagaimana solusi yang tepat. Karena hidup saya ya hanya saya sendiri yang menjalaninya dan memutuskannya.
Bagi seorang introvert seperti saya gak gampang untuk bercerita ke setiap orang. Seperti akan menyimpan benda kesukaan kamu agar gak ditemukan banyak orang, kamu perlu sesuatu yang aman, tempat dimana kamu mau menyimpannya dengan nyaman, kan?
Yah, seperti itu konsepnya. Ketika saya merasa nyaman berbincang dengan seseorang yang dikenal, saya berani untuk bercerita tentang sesuatu hal yang belum diceritakan ke orang lain.
Kamu pasti pernah kan merasa nyaman bercerita berbagai macam hal dengan seseorang?
Bukan dengan seseorang yang sangat dekat. Tapi dengan seorang teman yang baru dekat.
Sudah cukup lama sudah tidak merasakan sebuah kenyamanan bercerita lepas dengan seseorang. Sekarang saya merasakannya. Tanpa ragu.
Hey kamu Leader, terimakasih telah mendengar memberi nasihat dengan berbagai pengalamanmu. Saya tepis rasa takut ketika saya memikirkan kalau kamu memang seorang player. Tapi, kalau itu benarpun tak apa. Saya hanya butuh didengar. Saya hanya butuh dipahami.
Jujur, saya nyaman ketika bercerita banyak denganmu :) sepertinya ingin terus bercerita lagi denganmu. Saya harap kamu tidak akan bosan nanti.
Semoga kamu juga merasakannya...
gegerkalong hilir, kamar B2.
Putri
Rabu, 18 Januari 2012
Dear...
Dari seorang teman, dia bercerita..
Kalau iya, aku iri.
Aku lupa, kapan terakhir kali merasakan jatuh cinta selayaknya orang jatuh cinta. Senyam-senyum sendiri, merasa senang tiba-tiba, ingin terus-menerus bersamanya, bahkan seharian pun bersama orang itu, kamu tidak akan puas.
Kali ini aku merasakan hal yang sebaliknya.
Atau, kali ini aku salah menafsirkannya?
Bukan sebagai sebuah perasaan, namun sebagai keinginan, nafsu belaka.
Rasanya tidak tenang, was-was, penuh curiga, dan...bersalah
Entah bersalah karena aku telah memilihnya? tak ada yang bisa disesali lagi. Aku yang salah.
Ini bukan cinta, sepertinya.
Cinta itu tidak ragu untuk memulai dan menjalani.
Namun dari awal, semua itu dimulai dengan ragu. Keraguan yang belum terjawab sampai saat ini. Sudah berpuluh-puluh bulan lamanya.
Aku ingin jatuh cinta terus-menerus pada orang yang sama.
Merasakan kenyamanan dan terlindungi jika bersamanya.
Aku menginginkan keyakinan.Apa kamu bisa membuatku yakin dengan keraguan ini?"
Dari seorang teman, untuk kamu :)
Bandung, gegerkalong hilir
Langganan:
Postingan (Atom)

