Halo daun yang berguguran!
Hari ini sudah di penghujung September, kali ini musim hujan datang.
Bagaimana kabarmu? Lama aku tidak menemukanmu.
Apa kali ini aku boleh melihatmu? Ya, melihatmu jatuh berguguran didepanku. Langka sepertinya. Indah yang kuingat.
Entah hari itu musim semi atau di awal pergantian ke musim kemarau aku lupa. Saat itu kita bertemu kan?
Biar aku ingat-ingat lagi. Saat itu bulan April, kamu yang pertama kali menyapaku. Daun-daun itu berguguran di depanku. Kita bertemu dan membicarakan banyak hal. Banyak sekali yang kamu ceritakan kepadaku. Akupun begitu. Apalagi ketika kamu bercerita kamu terus berguguran didepanku. Kali itu aku merasa nyaman. Ya, kenyamanan.
Hanya saja, pertemuan itu berlangsung singkat. Dan kamu, tidak menampakkan keguguran itu. Setelah itu juga aku banyak merenungi hal-hal yang aku bicarakan denganmu. Tanpa aku sadar, aku membutuhkanmu. Ya, berbicara, bercerita denganmu banyak membuka mataku.
Aku tau tentang komitmen itu.
Hanya saja kali ini aku ingin bercerita denganmu. Aku ingin ketenangan, kenyamanan, atmosfer seperti saat kamu menampakkan daun yang berguguran itu. Akupun tidak berani mengharapkan lebih dari itu.
Aku bersungguh-sungguh.
Walaupun ini bukan bulan April. Ini bukan musim daun-daun berguguran. Mungkin jika kamu berguguran, kamu akan basah dan sedikit kotor. Tapi tak apa. Asal kita bisa bercerita lagi. Kita merasa nyaman ketika bercerita tentang berbagai macam hal. Hanya itu. Sebatas itu.
Maukah kamu bercerita lagi denganku seperti biasanya?
Ya, untuk kamu daun yang berguguran. Aku menyampaikan ini agar aku bisa melihatmu berguguran lagi walaupun basah dan sedikit kotor. Mari, kita bercerita dan memberikan kenyamanan dalam diri masing-masing :)
Gegerkalong Hilir kamar B2,
Putri
Minggu, 30 September 2012
Rabu, 26 September 2012
"Tanda-Tanda"
Ada hal-hal yang harus disadari : menyadari akan hal yang tidak mau diharapkan. Sekalipun tidak suka. Tapi suatu hal yang belum terjadi itu tidak bisa ditebak, kan? Entah itu nantinya akan disukai atau tidak.
Namun, untuk hal-hal yang belum diketahui itu tetap saya harus mau menerimanya. Suka atau tidak suka.
Saya suka membaca tanda dari gerak-gerik orang yang sedang saya perhatikan. Kemudian menebak suatu hal tentang orang itu. Dan bam! Terkadang tebakan saya itu benar adanya. Entah karena intuisi atau memang gerak-gerik serta perkataannya gampang ditebak.
Setiap perkataan dan gerak-gerik seseorang itu kadang mengandung pesan-pesan tersembunyi. Entah itu mencari perhatian, mencuri-curi pandang, tebar pesona, atau hal lainnya. Tapi terkadang juga ada gerak-gerik yang merupakan kebiasaan-kebiasaan seseorang. Itu yang saya tangkap ketika memperhatikan orang-orang.
"pembacaan tanda-tanda" ini hanya sekedar curious tentang suatu hal pada seseorang. Sisanya entah yang terjadi akan sesuai yang diharapkan atau tidak yang pasti karena sudah membuat beberapa kesimpulan yang mendekati setidaknya tidak kaget dengan akan terjadi nanti.
Tanda-tanda itu salah satu cara untuk memberitahu saya tentang kamu, atau bisa sebaliknya.
Gegerkalong hilir kamar B2,
Putri
Namun, untuk hal-hal yang belum diketahui itu tetap saya harus mau menerimanya. Suka atau tidak suka.
Saya suka membaca tanda dari gerak-gerik orang yang sedang saya perhatikan. Kemudian menebak suatu hal tentang orang itu. Dan bam! Terkadang tebakan saya itu benar adanya. Entah karena intuisi atau memang gerak-gerik serta perkataannya gampang ditebak.
Setiap perkataan dan gerak-gerik seseorang itu kadang mengandung pesan-pesan tersembunyi. Entah itu mencari perhatian, mencuri-curi pandang, tebar pesona, atau hal lainnya. Tapi terkadang juga ada gerak-gerik yang merupakan kebiasaan-kebiasaan seseorang. Itu yang saya tangkap ketika memperhatikan orang-orang.
"pembacaan tanda-tanda" ini hanya sekedar curious tentang suatu hal pada seseorang. Sisanya entah yang terjadi akan sesuai yang diharapkan atau tidak yang pasti karena sudah membuat beberapa kesimpulan yang mendekati setidaknya tidak kaget dengan akan terjadi nanti.
Tanda-tanda itu salah satu cara untuk memberitahu saya tentang kamu, atau bisa sebaliknya.
Gegerkalong hilir kamar B2,
Putri
Sabtu, 15 September 2012
Feeling
Apa semudah itu perasaan ditinggalkan lalu berlabuh lagi dengan yang lain?
Seperti anak kecil yang kehilangan mainan mobil kesayangannya yang sudah bertahun-tahun, kemudian diganti baru lagi oleh orangtuanya, dan dia melupakan mainan mobil kesayangannya itu.
Apa seperti itu?
Atau, seperti ini...
Apa kamu tau film animasi Toy Story3 ? Dimana anak laki-laki bernama Andy, dia sangat menghargai dan bertanggungjawab dengan mainannya.
Itu mainan. Sebuah benda.
Ini, sebuah perasaan. Manusia.
Mana yang paling mendekatimu?
Ketika kamu jatuh cinta nanti...
Jatuh cintalah dengan baik
Jatuh cintalah ketika kamu sudah melepas perasaan itu,
Melepas perasaan di masa lalu itu
Ketika kamu menghargainya
Menghargai sebuah perasaan
Yang pernah menjadi bagian dari hidupmu
Kali ini..
Jatuh cintalah dengan orang yang tepat
Bukan karena ingin mengumpat
Gegerkalong hilir, kamar B2
Putri
Seperti anak kecil yang kehilangan mainan mobil kesayangannya yang sudah bertahun-tahun, kemudian diganti baru lagi oleh orangtuanya, dan dia melupakan mainan mobil kesayangannya itu.
Apa seperti itu?
Atau, seperti ini...
Apa kamu tau film animasi Toy Story3 ? Dimana anak laki-laki bernama Andy, dia sangat menghargai dan bertanggungjawab dengan mainannya.
Itu mainan. Sebuah benda.
Ini, sebuah perasaan. Manusia.
Mana yang paling mendekatimu?
Ketika kamu jatuh cinta nanti...
Jatuh cintalah dengan baik
Jatuh cintalah ketika kamu sudah melepas perasaan itu,
Melepas perasaan di masa lalu itu
Ketika kamu menghargainya
Menghargai sebuah perasaan
Yang pernah menjadi bagian dari hidupmu
Kali ini..
Jatuh cintalah dengan orang yang tepat
Bukan karena ingin mengumpat
Gegerkalong hilir, kamar B2
Putri
Sabtu, 08 September 2012
Tangan & Perpisahan

(sumber gambar: http://nindityo.com/wp-content/uploads/2008/09/berpegang-tangan.jpg )
Tangan ini yang tadinya ketika bertemu selalu menggenggam tangannya
Tangan ini yang tadinya ketika bertemu selalu bermain-main dengan tangannya
Tangan ini yang tadinya selalu ingin bertemu dengan tangannya yang mencari kehangatan
Kini, ketika tangan ini bertemu dengan tangannya hanya sekedar untuk bersalaman
Tak ada lagi tangan yang dipegangan sepanjang jalan
Tak ada lagi tangan yang memegang sekedar untuk menghangatkan
Mungkin yang lebih merasakan kehilangan dari perpisahan ini adalah tangan
Ketika tak ada lagi tangan yang biasanya digenggam
Langganan:
Postingan (Atom)