Selasa, 29 Oktober 2013

22

Satu tahun lagi berlalu. Kemarin, 28 Oktober 2013 saya tepat berusia 22 tahun. Dua puluh dua. Rasanya unbelievable, saya masih merasa brain shock kalau di ingat umur yang semakin bertambah.

Dua puluh dua, bagi saya sebuah angka yang besar. Sudah harus menjadi seorang yang dewasa. Dewasa dalam berfikir, bersikap, juga bertindak. Tapi kenyataannya berbalik. Saya yang masih ingin menjadi anak kecilnya papah dan mamah. Saya yang masih terbilang manja di depan mereka.

Dua puluh dua. Karena cukup shock dan nggak percaya sudah menapaki tahap 22 tahun hidup di dunia, saya merasa takut akan menjadi seorang dewasa yang buruk di mata orangtua. Takut, karena semakin dewasa tanggungjawab yang lebih besar lagi akan datang, apa saya bisa menghadapinya dengan baik atau sangat baik?

Dua puluh dua. Semakin saya bertambah usia, orangtua saya juga naik level menjadi golongan orang-orang tua. Apa saya masih bisa menjadi anak kecil buat mereka? Membuat mereka tertawa 'ngakak' bercerita tentang banyak hal yang terjadi dengan hal sekitar.

Dua puluh dua. Suatu keajaiban sampai akhirnya saya masih diberikan hidup yang cukup hingga saat ini. Ada perasaan takut yang muncul di umur ke 22 ini. Saya ingin menjalaninya lebih baik lagi, apa bisa? Setidaknya lebih menjadi super baik lagi menjalani hidup.

Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah memberikan banyak doa dan kejutan-kejutan yang datang. Maaf, kalau responnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Cuma, umur dua puluh dua ini memang menberikan kesan tersendiri bagi saya. Sekali lagi terimakasi semuanya :***



Untuk yang ke-22, bismillahirrahmanirrahim

Bandung, kamar B2



Putri

Minggu, 06 Oktober 2013

Stage 5th Clear!

Halo!
Sudah 3 bulan saya tidak menulis atau membuka blog ini. Banyak rasanya hal-hal yang ingin saya tulis disini, tapi banyak hambatan internal yang membuat saya selalu menunda dan menunda untuk mengisi blog. Saya bukan tipe orang yang bisa bercerita dengan baik. Terlalu banyak potongan-potongan peristiwa yang saya alami setiap harinya yang ingin diceritakan, tapi tidak sempat bercerita. Pada akhirnya menumpuk didalam otak dan bingung bagaimana menceritakan semuanya dengan jelas. Langsung saja saya me-list hal-hal yang sudah saya lakukan selama 3 bulan terakhir.

1. Di awal Juli (saya lupa tanggalnya) akhirnya saya dapat mengumpulkan persyaratan sidang yang sudah 3 kali ditambah setiap minggunya. Total, selama satu bulan saya mengurus persyaratan sidang pada bulan Juni.

2. Tanggal 24 Juli, saya dijadwalkan sidang skripsi pada jam 09:00 WIB. Pada hari H, saya sudah siap di ruang sidang dengan 2 penguji, sidang diundur karena dosen pembimbing saya tidak bisa hadir dengan alasan sakit dan baru memberikan kabar jam 09:50.

3. Tanggal 02 Agustus, jadwal baru sidang skripsi saya. Kali ini, benar-benar sidang. Dengan hasil yang menurut saya agak mengecewakan karena terlalu nervous, saya gak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Disappointing enough, but i learn something new about it that i would never forget.

4. Bulan ramadhan tahun ini, satu bulan penuh saya berada di Bandung, karena masih ada tanggungjawab yang harus dikerjakan, H-1 saya baru bisa pulang. An emotional moment hahaha, tapi gak selebay yang dibayangkan. Ups and down. Well, baru kali ini rasanya puasa gak dirumah. I can't describe how exactly it is, until you go through it.

5. Anger of Ied. hahahaa, judul ini saya buat untuk peristiwa yang terjadi pada hari idul fitri tepat setelah shalat ied. Ada kemarahan, ledakan, emosi yang gak kekontrol.

Finally, setelah mengalami bulan-bulan yang cukup tough, i've through stage 5th! Alhamdulillah...
Stage 5th, masa-masa perkuliahan dan mendapatkan gelar sarjana. Kurang dari 4 tahun masa kuliah selesai. Time goes fast. Bulan-bulan saya menjadi cukup "gila" atau "setengah zombie" dengan deadline, ditambah beberapa rasa pahit dan juga manis dapat saya lewati. Yah, saya bersyukur dapat melewatinya dengan cukup baik, walaupun tidak 'baik' atau 'sangat baik'. Setidaknya, tanggungjawab orangtua saya sudah selesai dalam menyekolahkan saya.

Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah memberikan dukungannya, yang selalu ada disamping saya, untuk Putrice, Intan, Vinna, Maya, Sukma, Lavie, Adi, Icha, Niken, Danan, Bayu, Happy, Riske, dan semuanya. Yang paling membantu juga aa fotokopian depan TCE (Telkom Corporate Education), tanpa bantuan aa-aa saya yang lagi terburu-buru dan panik gak bisa nyusun cepet :))

Stage 5th ini yang membuka pintu. Stage 5th ini yang dikerjakan dengan sangat keras. Stage 5th ini yang memberi banyak pelajaran. Terimakasih.


Cilegon,

Putri


Jumat, 28 Juni 2013

Sempurna (?)

Beberapa orang, termasuk saya juga menyukai sesuatu yang sesuai dengan harapan. Hal itu bisa disebut 'sempurna' karena sesuai dengan keinginan dan harapan.

Ada beberapa macam orang yang menyukai kesempurnaan atau biasa disebut dengan 'perfectionist'. Menjadi orang seperti ini, kamu akan sangat memperhatikan setiap detail yang terkecil sekalipun agar sesuai dengan harapan yang kamu inginkan.

Saya bukan termasuk orang yang 'perfectionist' walaupun ada dalam beberapa aspek saya juga memperhatikan hal-hal kecil. Karena bagi saya terkadang hal-hal yang kecil dapat membuat suatu hal menjadi lebih besar :)

Beberapa teman menyebut saya cukup 'perfectionist' dalam memilih 'pacar'. Bagi saya, bukan sesuatu yang sempurna sesuai dengan impian dalam memilih seorang 'pacar'. Karena, bukan saya yang memilih, hati saya yang merasakan perasaan itu. Saya tidak bisa memilih dengan semaunya untuk menyukai atau bahkan menyayangi seseorang. Hati yang merasakannya.

Setiap orang pasti punya kriteria tertentu. Tapi, apa kamu pasti akan merasakan perasaan yang membuat kamu tersentuh, ingin mengenalnya lebih dekat, ingin bertemu dengannya setiap hari, dan hal lainnya ketika kamu merasa jatuh cinta. Belum tentu apa yang kamu inginkan sesuai dengan harapan.

Sesuatu seperti cinta, tidak bisa dipaksa untuk menjadi sebuah kesempurnaan.

Hanya saja, perasaan cinta itu dimulai dari hati, bukan dari sebuah impian-mimpi. Saya tidak bisa mengontrol ketika saya jatuh cinta. Saya yakin, kamu juga.

Jadi, bukan kesempurnaan yang dicari. Tapi, seseorang yang dapat menyentuh bagian hidup yang diperlukan untuk menjadikannya sempurna.



Gegerkalonghilir, kamar B2

Putri

Sabtu, 23 Maret 2013

Selamat Ulang Tahun, Papa!

Selamat ulang tahun, papa!

Hari ini ulang tahun papa yang ke 47. Tanpa saya sadari usia orangtua terus bertambah. Tapi saya yang sudah beranjak dewasa kadang lupa kalau mereka juga bertambah tua. Kali ini ketika usia saya masih 21 tahun 5 bulan pun saya masih merasa anak kecil yang manja kalau bersama mereka. Bisa saja di mata mereka saya masih seperti anak kecil yang ingin mereka manja.

Di ulang tahun papa hari ini ada satu keinginan yang ingin saya penuhi. Tahun ini adalah tahun ke empat saya sebagai mahasiswi, tahun terakhir. Dari bulan desember lalu saya sudah mulai menyusun Tugas Akhir atau Skripsi. Pengumpulan akhir skripsi untuk periode wisuda bulan Mei nanti, yaitu kemarin tanggal 22 Maret. Dan kado yang ingin saya berikan untuk papa adalah, kabar bahwa saya bisa mengikuti wisuda bulan Mei nanti.

Membayangkannya saja buat saya terharu. Kado sederhana, dengan kabar gembira. Untuk orangtua, apalagi yang ingin mereka inginkan dari anaknya selain membanggakan mereka?

Proposal skripsi sudah saya kumpulkan tanggal 13 Februari 2012. Walaupun seharusnya saya mengumpulkan proposal sehari sebelumnya, yaitu tanggal 12 Februari 2012. Tapi hari itu saya terkena musibah, tas saya dicuri orang di dalam mobil teman saya yang kaca jendela mobilnya dipecahkan. Saat itu saya sedang menemani teman saya yang satu dosen pembimbing untuk fotokopi dan merangkap 3 proposal skripsi yang mau dikumpulkan. Untung saja data dan proposal skripsi saya bawa ke tempat fotokopi. Akhirnya saya baru bisa mengumpulkan proposal skripsi di tanggal 13 Februari.

Penguji seminar diumumkan seminggu setelah pengumpulan. Dan dosen penguji baru boleh dihubungi 2 hari setelahnya. Setelah menghubungi, saya akhirnya janjian bertemu dosen penguji pada tanggal 26 Februari dan 1 Maret. Memang ada dua penguji yang berbeda jadwal menguji. Di tanggal 26 Februari saya bertemu dosen penguji 2, tapi dia ingin saya menemui penguji 1, yang akhirnya di cancel. Dan hari jumat, tanggal 1 Maret saya bertemu penguji 1, cukup banyak revisinya. Kemudian, seminggu setelahnya tanggal 7 Maret saya bertemu lagi dengan penguji 2, hasil revisinya pun sama dengan penguji 1.

Selama seminggu menunggu bertemu penguji 2, saya melakukan revisi. Ada beberapa hal yang membuat saya harus belajar dari nol lagi. Untuk mendapatkan data agar lebih menguatkan skripsi saya melakukan wawancara dengan perusahaan pada tanggal 11 Maret. Di tanggal 13 Maret, saya mengumpulkan revisi proposal ke dosen penguji 1. Hasilnya, masih ada yang harus diperbaiki. Artinya, revisi kedua. Kali ini hanya sedikit. Selama melakukan revisi saya hanya tidur 3 sampai 4 jam. Ya, selain tegang dengan tenggat waktu pengumpulan skripsi periode Mei pada tanggal 22 Maret, saya takut akan ada revisi yang ke tiga kalinya. Tanggal 15 Maret saya janjian dengan dosen penguji 1. Saya menunggu dari jam 9 pagi samapai setengah 11 SMS saya baru dibalas, dan belian bilang untuk bertemu lagi hari senin, tanggal 18 Maret. Semakin takut. Seminggu lagi pengumpulannya. Dan saya belum mendapat Acc dari dua dosen penguji.

Saya memutuskan untuk melanjutkan bab 4 dan 5. Kuesioner sudah disebarkan dan tinggal pengolahan hasilnya. Lagi-lagi saya harus belajar sendiri bagaimana caranya mengolah data dengan teknik-teknik spss yang baru saya pelajari hari itu juga. Mengolah data tidak cukup sehari, dengan responden 400 orang. Minggu malam 17 Maret lagi-lagi saya terkena musibah. Kaki saya tersiram air panas saat mau mencampurnya dengan air dingin yang ingin dipakai mencuci muka. Tanggal 18 Maret, pagi-pagi saya naik bis kampus jam 7, sampai di kampus sekitar jam 8. Sampai jam 10 saya menunggu dosen penguji, dan akhirnya memutuskan untuk menghubunginya. Entah kenapa hari itu juga dosen penguji 1 tidak bisa ditemui karena ada seminar di Jakarta. Kami janjian untuk bertemu lagi besok siang, 19 Maret. Saya memutuskan untuk menemui dosen penguji 1 dulu, baru dosen penguji 2. Karena dari seminar proposal dosen penguji 2 ini juga mengikuti apa yang diberikan dosen penguji 1.

Tanggal 19 Maret tepat pukul 1 siang akhirnya saya bisa menemui dosen penguji 1. Alhamdulillah proposal skripsi saya di Acc. Dan dosen penguji 2 baru bisa saya temui besoknya, tanggal 20 Maret. Di hari itu juga saya langsung ke dosen pembimbing memberikan hasil nilai dari kedua dosen penguji kemudian pulang untuk segera melanjutkan menghitung hasil kuesioner untuk bab 4. Ada banyak pengujian yang harus di uji dengan analisis yang saya pakai. Bertumpu pada buku yang saya pakai saya mencoba untuk mempelajari teknik-tekniknya dan menghitung ulang agar tidak terjadi kesalahan penghitungan. Rasanya keinginan mau tidur saja sudah merasa bersalah. Tapi saya harus tidur. Entah itu hanya 2 sampai 4 jam saja dari tanggal 20 Maret sampai tanggal 22 pagi. Ya, memang tanggal 22 pagi saya merasa belum siap untuk mengumpulkan utuh semua kelengkapan skripsi dari cover depan sampai lampiran. Sementara selama 2 hari saya mengolah data sendiri dengan panduan buku yang saya pinjam dari perpustakaan kampus.

Dan pagi itu saya menyadari saya memang belum siap untuk mengumpulkan skripsi. Dengan usaha yang sedemikian kerasnya, saya masih belum bisa mencapai keinginan saya untuk memberikan kado wisuda bulan Mei nanti. Sedih, tentu. Karena saya ingin membuat kedua orangtua sata bangga. Apa lagi saya juga ingin memberikan 'kado' sederhana buat papa. Tapi ternyata belum bisa.

Sore itu juga setelah saya bertemu dosen pembimbing untuk menyerahkan bab 4 dan 5 yang baru selesai paginya, mama menelpon saya. Saya memberitahu kalau saya baru menyelesaikan bab 4 dan 5, juga meminta maaf kalau saya belum bisa mengumpulkan skripsi untuk wisuda periode Mei.

I have give my best effort, but i'm failed.

Dan pagi tadi saat saya menelpon papa, selain saya mengucapkan selamat ulang tahun, saya juga meminta maaf sama papa karena ngga bisa menuhin keinginan untuk memberi kado dengan kabar wisuda saya di bulan Mei. Banyak perasaan berkecamuk kali ini. Karena seperti kebanyakan orangtua lainnya, mereka cuma berkata, "ngga apa-apa, yang penting kan kamu udah berusaha keras."

Ya, tetap saja kadang kegagalan itu bisa buat sedih, tapi di lain sisi juga mengajarkan saya menjadi lebih kuat lagi dari yang sebelumnya dan juga dari oranglain.

Lagi, selamat ulang tahun papa! Terimakasih sudah menjadi papa yang hebat dalam segala hal dan banyak mengajarkan banyak hal! :*


Bandung, gegerkalong hilir kamar B2

Putri

Sabtu, 19 Januari 2013

Drama

Perempuan + hidup = drama

Mungkin gak semua perempuan menyikapi hidupnya dengan drama. Dan gak semua dalam hidupnya disikapi dengan ke-dramatisan. Tapi, seenggaknya ada sebagian kecil dari beberapa part hidup perempuan yang disikapi dengan drama. Yah, semacam "drama queen".

Perempuan dengan sikap "drama queen" kadang menjadi sebuah daya tarik sendiri bagi laki-laki. Entah dari segi apanya yah tergantung selera, haha. Hanya saja bagi saya, sikap pen-dramaan itu tidak bisa dibawa-bawa dalam setiap waktu. It's just wasting time. Karena kadang hanya orangtua dan teman terdekat yang mengerti drama yang ditunjukkan.

Untuk pendramaan yang ditunjukkan dan pendramaan yang ditahan.


Gegerkalong Hilir, kamar B2

Putri