Sabtu, 23 Maret 2013

Selamat Ulang Tahun, Papa!

Selamat ulang tahun, papa!

Hari ini ulang tahun papa yang ke 47. Tanpa saya sadari usia orangtua terus bertambah. Tapi saya yang sudah beranjak dewasa kadang lupa kalau mereka juga bertambah tua. Kali ini ketika usia saya masih 21 tahun 5 bulan pun saya masih merasa anak kecil yang manja kalau bersama mereka. Bisa saja di mata mereka saya masih seperti anak kecil yang ingin mereka manja.

Di ulang tahun papa hari ini ada satu keinginan yang ingin saya penuhi. Tahun ini adalah tahun ke empat saya sebagai mahasiswi, tahun terakhir. Dari bulan desember lalu saya sudah mulai menyusun Tugas Akhir atau Skripsi. Pengumpulan akhir skripsi untuk periode wisuda bulan Mei nanti, yaitu kemarin tanggal 22 Maret. Dan kado yang ingin saya berikan untuk papa adalah, kabar bahwa saya bisa mengikuti wisuda bulan Mei nanti.

Membayangkannya saja buat saya terharu. Kado sederhana, dengan kabar gembira. Untuk orangtua, apalagi yang ingin mereka inginkan dari anaknya selain membanggakan mereka?

Proposal skripsi sudah saya kumpulkan tanggal 13 Februari 2012. Walaupun seharusnya saya mengumpulkan proposal sehari sebelumnya, yaitu tanggal 12 Februari 2012. Tapi hari itu saya terkena musibah, tas saya dicuri orang di dalam mobil teman saya yang kaca jendela mobilnya dipecahkan. Saat itu saya sedang menemani teman saya yang satu dosen pembimbing untuk fotokopi dan merangkap 3 proposal skripsi yang mau dikumpulkan. Untung saja data dan proposal skripsi saya bawa ke tempat fotokopi. Akhirnya saya baru bisa mengumpulkan proposal skripsi di tanggal 13 Februari.

Penguji seminar diumumkan seminggu setelah pengumpulan. Dan dosen penguji baru boleh dihubungi 2 hari setelahnya. Setelah menghubungi, saya akhirnya janjian bertemu dosen penguji pada tanggal 26 Februari dan 1 Maret. Memang ada dua penguji yang berbeda jadwal menguji. Di tanggal 26 Februari saya bertemu dosen penguji 2, tapi dia ingin saya menemui penguji 1, yang akhirnya di cancel. Dan hari jumat, tanggal 1 Maret saya bertemu penguji 1, cukup banyak revisinya. Kemudian, seminggu setelahnya tanggal 7 Maret saya bertemu lagi dengan penguji 2, hasil revisinya pun sama dengan penguji 1.

Selama seminggu menunggu bertemu penguji 2, saya melakukan revisi. Ada beberapa hal yang membuat saya harus belajar dari nol lagi. Untuk mendapatkan data agar lebih menguatkan skripsi saya melakukan wawancara dengan perusahaan pada tanggal 11 Maret. Di tanggal 13 Maret, saya mengumpulkan revisi proposal ke dosen penguji 1. Hasilnya, masih ada yang harus diperbaiki. Artinya, revisi kedua. Kali ini hanya sedikit. Selama melakukan revisi saya hanya tidur 3 sampai 4 jam. Ya, selain tegang dengan tenggat waktu pengumpulan skripsi periode Mei pada tanggal 22 Maret, saya takut akan ada revisi yang ke tiga kalinya. Tanggal 15 Maret saya janjian dengan dosen penguji 1. Saya menunggu dari jam 9 pagi samapai setengah 11 SMS saya baru dibalas, dan belian bilang untuk bertemu lagi hari senin, tanggal 18 Maret. Semakin takut. Seminggu lagi pengumpulannya. Dan saya belum mendapat Acc dari dua dosen penguji.

Saya memutuskan untuk melanjutkan bab 4 dan 5. Kuesioner sudah disebarkan dan tinggal pengolahan hasilnya. Lagi-lagi saya harus belajar sendiri bagaimana caranya mengolah data dengan teknik-teknik spss yang baru saya pelajari hari itu juga. Mengolah data tidak cukup sehari, dengan responden 400 orang. Minggu malam 17 Maret lagi-lagi saya terkena musibah. Kaki saya tersiram air panas saat mau mencampurnya dengan air dingin yang ingin dipakai mencuci muka. Tanggal 18 Maret, pagi-pagi saya naik bis kampus jam 7, sampai di kampus sekitar jam 8. Sampai jam 10 saya menunggu dosen penguji, dan akhirnya memutuskan untuk menghubunginya. Entah kenapa hari itu juga dosen penguji 1 tidak bisa ditemui karena ada seminar di Jakarta. Kami janjian untuk bertemu lagi besok siang, 19 Maret. Saya memutuskan untuk menemui dosen penguji 1 dulu, baru dosen penguji 2. Karena dari seminar proposal dosen penguji 2 ini juga mengikuti apa yang diberikan dosen penguji 1.

Tanggal 19 Maret tepat pukul 1 siang akhirnya saya bisa menemui dosen penguji 1. Alhamdulillah proposal skripsi saya di Acc. Dan dosen penguji 2 baru bisa saya temui besoknya, tanggal 20 Maret. Di hari itu juga saya langsung ke dosen pembimbing memberikan hasil nilai dari kedua dosen penguji kemudian pulang untuk segera melanjutkan menghitung hasil kuesioner untuk bab 4. Ada banyak pengujian yang harus di uji dengan analisis yang saya pakai. Bertumpu pada buku yang saya pakai saya mencoba untuk mempelajari teknik-tekniknya dan menghitung ulang agar tidak terjadi kesalahan penghitungan. Rasanya keinginan mau tidur saja sudah merasa bersalah. Tapi saya harus tidur. Entah itu hanya 2 sampai 4 jam saja dari tanggal 20 Maret sampai tanggal 22 pagi. Ya, memang tanggal 22 pagi saya merasa belum siap untuk mengumpulkan utuh semua kelengkapan skripsi dari cover depan sampai lampiran. Sementara selama 2 hari saya mengolah data sendiri dengan panduan buku yang saya pinjam dari perpustakaan kampus.

Dan pagi itu saya menyadari saya memang belum siap untuk mengumpulkan skripsi. Dengan usaha yang sedemikian kerasnya, saya masih belum bisa mencapai keinginan saya untuk memberikan kado wisuda bulan Mei nanti. Sedih, tentu. Karena saya ingin membuat kedua orangtua sata bangga. Apa lagi saya juga ingin memberikan 'kado' sederhana buat papa. Tapi ternyata belum bisa.

Sore itu juga setelah saya bertemu dosen pembimbing untuk menyerahkan bab 4 dan 5 yang baru selesai paginya, mama menelpon saya. Saya memberitahu kalau saya baru menyelesaikan bab 4 dan 5, juga meminta maaf kalau saya belum bisa mengumpulkan skripsi untuk wisuda periode Mei.

I have give my best effort, but i'm failed.

Dan pagi tadi saat saya menelpon papa, selain saya mengucapkan selamat ulang tahun, saya juga meminta maaf sama papa karena ngga bisa menuhin keinginan untuk memberi kado dengan kabar wisuda saya di bulan Mei. Banyak perasaan berkecamuk kali ini. Karena seperti kebanyakan orangtua lainnya, mereka cuma berkata, "ngga apa-apa, yang penting kan kamu udah berusaha keras."

Ya, tetap saja kadang kegagalan itu bisa buat sedih, tapi di lain sisi juga mengajarkan saya menjadi lebih kuat lagi dari yang sebelumnya dan juga dari oranglain.

Lagi, selamat ulang tahun papa! Terimakasih sudah menjadi papa yang hebat dalam segala hal dan banyak mengajarkan banyak hal! :*


Bandung, gegerkalong hilir kamar B2

Putri