Dua puluh dua, bagi saya sebuah angka yang besar. Sudah harus menjadi seorang yang dewasa. Dewasa dalam berfikir, bersikap, juga bertindak. Tapi kenyataannya berbalik. Saya yang masih ingin menjadi anak kecilnya papah dan mamah. Saya yang masih terbilang manja di depan mereka.
Dua puluh dua. Karena cukup shock dan nggak percaya sudah menapaki tahap 22 tahun hidup di dunia, saya merasa takut akan menjadi seorang dewasa yang buruk di mata orangtua. Takut, karena semakin dewasa tanggungjawab yang lebih besar lagi akan datang, apa saya bisa menghadapinya dengan baik atau sangat baik?
Dua puluh dua. Semakin saya bertambah usia, orangtua saya juga naik level menjadi golongan orang-orang tua. Apa saya masih bisa menjadi anak kecil buat mereka? Membuat mereka tertawa 'ngakak' bercerita tentang banyak hal yang terjadi dengan hal sekitar.
Dua puluh dua. Suatu keajaiban sampai akhirnya saya masih diberikan hidup yang cukup hingga saat ini. Ada perasaan takut yang muncul di umur ke 22 ini. Saya ingin menjalaninya lebih baik lagi, apa bisa? Setidaknya lebih menjadi super baik lagi menjalani hidup.
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah memberikan banyak doa dan kejutan-kejutan yang datang. Maaf, kalau responnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Cuma, umur dua puluh dua ini memang menberikan kesan tersendiri bagi saya. Sekali lagi terimakasi semuanya :***
Untuk yang ke-22, bismillahirrahmanirrahim
Bandung, kamar B2
Putri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar