Kamis, 11 Desember 2014

Time

Terkadang kurang...

Terkadang dianggap berlebihan...

Seperti angin yang berhembus yang melewati dan dilewati. 

Setiap nafas yang kamu hembus

Setiap langkah kakimu

Setiap kedipan matamu

Setiap gerakan yang kamu lakukan..

Seperti itu waktu berlalu.

Apa yang sudah kamu lakukan dalam membuang waktumu hari ini?

Apa yang akan kamu lakukan untuk membuang waktumu besok?

waktu tidak bisa mengembalikan hidup manusia..

Dan kamu yang memegang kendali atas waktu hidupmu satu detik setelahnya bukan sebelumnya.

Enjoy your time.. Every second on it.. :)

Have a great time!

Jakarta,

Putri

Sabtu, 16 Agustus 2014

Life Partner

Kamu akan tau ketika kamu merasakan sesuatu yang mengisi "lubang" di hati kamu..

Kamu akan mengerti ketika hati kamu sudah memilih.

Logika kamu, rasionalitas kamu akan menyatu dengan hati kamu.

Bukan emosi sesaat...

Kamu hanya akan tau itu ketika hati kamu sudah terisi dengan "dia yang terpilih" oleh hatimu.

Dan pada saat itu tiba...

Hati kamu akan memberikan reaksi-reaksi yang menjadi sebuah kenyamanan yang mengalir keseluruh tubuh. Ya, dia yang kamu butuhkan. Dia yang melengkapi kamu sebagai Yin dan Yang.

Bukan hanya untuk memilikinya atas dasar fisik, materi, logika-logikamu atau bahkan teori dari analogi-analogi cinta..

Bukan juga karena sesuai dari tipe ideal kamu..

Tentang hati.. Bukan, tapi tentang lubang di hati. Setiap orang tidak bisa mengisi lubang itu.

Ketika kamu menerima dengan hati, semuanya akan tentang kamu dan dia. Bagaimana untuk menjadi lebih baik bersama. Bagaimana untuk menyatukan semuanya secara bersama-sama.

Karena "cocok", "nyaman", "aman" hanya hati kamu yang merasakan. Nggak bisa diperintah untuk merasakannya. Nggak ada yang bisa memaksa otak untuk merasakan sebuah "rasa".

Dan kini, alhamdulillah aku tau dan mengerti bagaimana rasanya ketika lubang di hati itu terisi.

Aku sekarang tau bagaimana perasaan "hati yang sudah memilih Dia"

Dan aku juga tau bahwa perasaan yang meletup-letup ini, bukan hanya emosi sesaat. Logikaku menyatu dengan hati, yang menghasilkan sebuah kenyamanan.

Kenyamanan yang kalah dengan sebuah kata-kata :)

Kenyamanan untuk menyatukan mimpi-mimpi berdua.

Kenyamanan untuk menyatukan jiwa dan raga atas lahiriah dan bathiniah.

Dan semoga sampai pada penyatuan itu. Bersatu dalam mencapai kesempurnaan hidup. Sempurna disini, ketika aku dan dia bersama. Dengan bersama, saling menyeimbangkan hidup dan disitulah kesempurnaan tercipta.

Bismillahirrahmanirrahim..

I Love You, A.


Cilegon, 
Putri

Senin, 04 Agustus 2014

Long Distance Relationship

I never imagine that i will really had this kind of relationship called LDR for the second time.

Karena memang pada dasarnya setiap yg berpasangan tidak mau berpisah jauh dari pasangannya. Malah ada beberapa orang yang sangat menghindari hubungan jarak jauh ini. Alasannya ya logis, ada beberapa orang yang gak bisa berhubungan jarak jauh. Mereka membutuhkan pasangannya ada disisinya.

Nggak sedikit pasangan yang menjalani LDR itu putus beberapa bulan setelahnya. Komitmen serta kepercayaan juga kebutuhan akan perhatian yang sangat dibutuhkan biasanya gak bisa ditunda. Maksud disini ditunda itu perhatian bagi sebagian orang nggak cukup dari media virtual, ada beberapa orang yang membutuhkan perhatian saat itu juga. Sekedar memegang tangan atau bahkan pelukan yang hangat dan menenangkan, juga Hal-hal lainnya yang nggak bisa dilakukan ketika pasangan jauh.

Godaan itu pasti selalu ada dan banyak untuk pasangan yang LDR. Baik godaan dari diri sendiri juga godaan dari orang lain.

Buat saya, hal yang buat sedih ketika LDR itu saat-saat dia sakit dan juga ketika butuh sosok saya untuk sekedar menenangkan hatinya. Saat sakit saat dimana setiap orang butuh perhatian lebih. Walaupun hanya sekedar menemani dia itu sudah cukup.

Untuk pasangan yang sedang LDR, i heart you. Bukan berarti hubungan jarak jauh itu selalu gagal. Lagi-lagi kekuatan komitmen dan komunikasi pasangan yang harus ditebalkan. I called it "Naked Communication" ceritakan semua hal setiap harinya, ceritakan apa yang ada dipikiran kamu, baik itu hal yang jelek ataupun bagus. Karena  dengan bertukar pikiran dan sharing apa yang kamu rasakan seenggaknya meminimalisir kesalahpahaman nantinya.

Yah, walaupun cuma sekedar teori dari logika, seenggaknya ada sebuah "usaha" untuk mewujudkannya dari kedua pihak (pasangan). Menjaga konsistensi untuk tetap on the track itu mudah dan sulit. Apalagi kadang mood dan atmosfer lingkungan yang nggak menentu. Tapi tetap, yang menentukan "bertahan" atau tidaknya itu dari diri sendiri. Ada janji yang dibuat, ada hati yang harus dijaga.

Dilain sisi kita memang enggak tau apa pasangan kita itu memegang janjinya atau engga. Balik lagi pada "naked communication" juga "trust" itu sendiri. Tapi buat saya ada hati yang harus saya jaga, ada hati yang engga mau saya kecewakan.

Bagi yang sedang LDR, kamu yang paling  tau siapa orang yang sangat kamu sayang dan siapa orang yang engga mau kamu kecewakan.

Semoga kamu bisa menjaga semuanya..
Take care :)


Jakarta, Lt. 22

Putri