Dingin...
Selalu merasa kesepian dengan kamar petak, dengan ambisi yang masih tersimpan
dengan mimpi yang masih dipegang, dengan berbagai niat yang tak terucap
Aku punya mimpi, sayang...
Apa kamu tau mimpi-mimpiku?
Rasa-rasanya akan menyenangkan ketika berdua, kita bicara tentang mimpi
Tersenyum, mengkhayal tentang bagaimana mencapai mimpi tersebut
Akupun tak tau bagaimana mimpi itu bisa dicapai, tapi yang pasti aku, kamu, berdua pasti bisa menjadikannya nyata
Hanya saja, akan senang membayangkan berdua dengan kamu
Dingin...
Aku ingin kamu yang menghangatkanmu
Dengan mimpi-mimpi itu, dengan hatimu
Bukan untuk tubuhku, tapi untuk hati ini
Coba kamu sentuh dengan tulus
Bukan dengan akal pikiran yang isinya berupa kumpulan logis
Ataupun dengan tubuhmu yang ingin memelukku
Aku hanya ingin merasakan hatimu
Ketika kamu memang mengakui, menghargai sebuah perasaan
Karena aku, kamu, dan orang-orang itu semuanya punya perasaan
Gegerkalong Hilir, kamar B2
putri,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar